Rabu, Mei 26th, 2010
Samosir (SIB)
Dua hari kampanye calon Bupati dan wakil Bupati Samosir nomor 7, Ober Sihol Sagala SE,MM/Tigor Simbolon ST di Palipi dan Nainggolan selalu dipadati massa. Setelah didampingi sekira 2500-an massa di tanah lapang Mogang, Senin (24/5), kampanye pasangan yang murah senyum itu juga dipadati hamper 3000 massa di Nainggolan, Selasa (25/5
Minggu, 30 Mei 2010
Kampanye Martua Sitanggang-Mangiring Tamba Dihadiri 2500 Tim Pemenangan
Posted in Marsipature Hutanabe by Redaksi on Mei 25th, 2010
Samosir (SIB)
Kampanye pasangan calon Bupati dan calon wakil Bupati Samosir nomor 6, Drs Martua Sitanggang/Mangiring Tamba SH di tanah lapang Pangururan, Senin (24/5), dihadiri 2500 tim pemenangan. Mereka komit memenangkan Martua Sitanggang/Mangiring Tamba hanya satu putaran dalam Pemilukada 9 Juni nanti.
Dalam kampanye perdana itu, ketua PKPB Sumut Rasman Nasution mampu membakar semangat massa. Dia mengatakan dukungan kepada pasangan nomor 6 sudah melalui survey yang akurat.
Ada beberapa orang datang kepada kami. Tapi setelah kami pelajari latar-belakang, kami cek ke lapangan, hanya Martua Sitanggang/Mangiring Tamba yang dapat membawa perubahan lebih baik di Kabupaten Samosir ini.
Jangan terpengaruh dengan partai besar yang mendukung calon lain. Besar partai itu belum tentu besar di mata rakyat. Jangan terpengaruh istilah putra asli. Di Sibolga, Syafri Hutauruk bukan putra asli tapi menang hanya satu putaran. Di Tobasa, Tapsel dan Pakpak Bharat yang didukung incumbent malah kalah. Jadi semua calon ‘Pas do sude, alai Pas an Dope On’ seru Rasman yang disambut yel, yel “coblos nomor 6, satu putaran Yes!”.
Di hadapan tim nomor 6, dia dengan tegas mengatakan Pemilukada di Samosir kali ini ada calon Bupati “boneka”. Boneka itu sengaja dipasang calon tertentu hanya untuk mengganggu calon yang mau membawa perubahan dan pembangunan di Samosir.
Hati-hati! Boneka itu sengaja dipakai untuk mempengaruhi pilihan rakyat. Jika ingin perubahan yang nyata pilihan tidak ada yang lain selain pasangan nomor 6. Saya dan beberapa kawan-kawan sudah menjalani daerah pemekaran, dan Samosir merupakan daerah pemekaran yang pembangunannya paling lambat. Kita butuh perubahan yang lebih baik. Untuk itu jangan ragu coblos nomor 6, ajak Rasman yang saat itu hadir bersama beberapa pengurus PKPB Taput dan Samosir.
Sebelumnya pengurus Partai Republikan, PKDI, dan Partai Patriot Pancasila menyampaikan ajakan mencoblos nomor 6, Rasman mengajak semua anggota dan simpatisan keempat partai pendukung Martua/Mangiring bersatu mendukung dan memilih nomor 6 dalam Pemilukada 9 Juni mendatang.
Rani Boru Simbolon Ajak Mencoblos Nomor 6
Kampanye calon Bupati Samosir Martua Sitanggang/Mangiring Tamba dihibur beberapa artis ibu kota di antaranya Rani boru Simbolon. Sicantik putri Charles Simbolon itu tidak hanya nyaring membawa lagu. Ajakannya mengajak rakyat Samosir untuk mencoblos nomor urut 6 juga sangat nyaring terdengar.
Aku ini walau lahir di Jakarta sangat bangga menjadi orang Samosir. Namun aku heran, kenapa Samosir tidak bisa maju seperti Bali. Untuk itu, aku mengajak semuanya untuk memilih Bapa Uda saya Martua Sitanggang/Mangiring Tamba menjadi Bupati Samosir. Coblos nomor 6, ajak Rani disambut yel, yel “Martua/Mangiring Menang, Coblos Nomor 6, Satu Putaran Yes”.
Martua Sitanggang/Mangiring Tampil Sederhana
Di hadapan tim pendukungnya, Martua Sitanggang/Mangiring Tamba mengisahkan perjalanan karir mereka. Baik Martua dan Mangiring ternyata memiliki pengalaman bekerja di pemerintahan. Dengan berbagai pengalaman itu, mereka berdua sepakat menerapkannya di Kabupaten Samosir.
Saya dan Mangiring Tamba, akan menciptakan yang belum ada di Samosir menjadi ada. Inilah yang selama ini saya capai sehingga saya dipercaya menjadi pejabat di Propinsi Jambi dan Kota Jambi. Sangat disayangkan, hampir Rp 2.5 triliun anggaran masuk ke Samosir sejak menjadi Kabupaten tapi seperti yang dikatakan Parlin Manihuruk tadi, tidak ada jalan mulus. Istilah Parlin tadi selama ini ada yang menggigit aspal, makan semen dan makan batu. Pemakan benda-benda itu, niscaya akan kita singkirkan dalam membangun Kabupaten Samosir ke depan, kata Martua Sitanggang.
Ketua Punguan Pomparan Raja Sitempang JP Sitanggang yang hadir dalam kampanye itu mengatakan Martua Sitanggang direstui untuk maju menjadi calon Bupati Samosir. Jika ada marga Sitanggang lain yang maju, dia tidak mendapat restu dari Punguan Pomparan Raja Sitempang. “Itu keinginan pribadinya, tidak ada restu dari organisasi,” ujar JP Sitanggang.
Di Samosir, PNS Takut Beda Pilihan Karena Takut Dipindahkan
Parlin Manihuruk, aktivis yang sudah mendampingi kaum petani dan nelayan selama 25 tahun di Sumatera Utara mengingatkan sekarang bukan jaman orde baru. Hal itu ditegaskan khususnya kepada kalangan PNS yang terkesan takut beda pilihan dengan atasan.
Saya sudah jalani Samosir ini, bahkan Sumatera Utara. Kita bukan hidup di jaman orde baru lagi yang saat itu, pilihan PNS harus sama dengan atasan. Sayangnya hal itu masih terjadi di Samosir. Pengalaman Pemilu lalu, ada salah seorang marga Sinaga di Desa Huta Ginjang dipindahkan hanya karena dia beda pilihan dengan atasannya. Bukan jamannya dan tolak pemimpin yang masih bertindak otoriter dan menakut-nakuti, ajak Parlin. (T12/q)
Samosir (SIB)
Kampanye pasangan calon Bupati dan calon wakil Bupati Samosir nomor 6, Drs Martua Sitanggang/Mangiring Tamba SH di tanah lapang Pangururan, Senin (24/5), dihadiri 2500 tim pemenangan. Mereka komit memenangkan Martua Sitanggang/Mangiring Tamba hanya satu putaran dalam Pemilukada 9 Juni nanti.
Dalam kampanye perdana itu, ketua PKPB Sumut Rasman Nasution mampu membakar semangat massa. Dia mengatakan dukungan kepada pasangan nomor 6 sudah melalui survey yang akurat.
Ada beberapa orang datang kepada kami. Tapi setelah kami pelajari latar-belakang, kami cek ke lapangan, hanya Martua Sitanggang/Mangiring Tamba yang dapat membawa perubahan lebih baik di Kabupaten Samosir ini.
Jangan terpengaruh dengan partai besar yang mendukung calon lain. Besar partai itu belum tentu besar di mata rakyat. Jangan terpengaruh istilah putra asli. Di Sibolga, Syafri Hutauruk bukan putra asli tapi menang hanya satu putaran. Di Tobasa, Tapsel dan Pakpak Bharat yang didukung incumbent malah kalah. Jadi semua calon ‘Pas do sude, alai Pas an Dope On’ seru Rasman yang disambut yel, yel “coblos nomor 6, satu putaran Yes!”.
Di hadapan tim nomor 6, dia dengan tegas mengatakan Pemilukada di Samosir kali ini ada calon Bupati “boneka”. Boneka itu sengaja dipasang calon tertentu hanya untuk mengganggu calon yang mau membawa perubahan dan pembangunan di Samosir.
Hati-hati! Boneka itu sengaja dipakai untuk mempengaruhi pilihan rakyat. Jika ingin perubahan yang nyata pilihan tidak ada yang lain selain pasangan nomor 6. Saya dan beberapa kawan-kawan sudah menjalani daerah pemekaran, dan Samosir merupakan daerah pemekaran yang pembangunannya paling lambat. Kita butuh perubahan yang lebih baik. Untuk itu jangan ragu coblos nomor 6, ajak Rasman yang saat itu hadir bersama beberapa pengurus PKPB Taput dan Samosir.
Sebelumnya pengurus Partai Republikan, PKDI, dan Partai Patriot Pancasila menyampaikan ajakan mencoblos nomor 6, Rasman mengajak semua anggota dan simpatisan keempat partai pendukung Martua/Mangiring bersatu mendukung dan memilih nomor 6 dalam Pemilukada 9 Juni mendatang.
Rani Boru Simbolon Ajak Mencoblos Nomor 6
Kampanye calon Bupati Samosir Martua Sitanggang/Mangiring Tamba dihibur beberapa artis ibu kota di antaranya Rani boru Simbolon. Sicantik putri Charles Simbolon itu tidak hanya nyaring membawa lagu. Ajakannya mengajak rakyat Samosir untuk mencoblos nomor urut 6 juga sangat nyaring terdengar.
Aku ini walau lahir di Jakarta sangat bangga menjadi orang Samosir. Namun aku heran, kenapa Samosir tidak bisa maju seperti Bali. Untuk itu, aku mengajak semuanya untuk memilih Bapa Uda saya Martua Sitanggang/Mangiring Tamba menjadi Bupati Samosir. Coblos nomor 6, ajak Rani disambut yel, yel “Martua/Mangiring Menang, Coblos Nomor 6, Satu Putaran Yes”.
Martua Sitanggang/Mangiring Tampil Sederhana
Di hadapan tim pendukungnya, Martua Sitanggang/Mangiring Tamba mengisahkan perjalanan karir mereka. Baik Martua dan Mangiring ternyata memiliki pengalaman bekerja di pemerintahan. Dengan berbagai pengalaman itu, mereka berdua sepakat menerapkannya di Kabupaten Samosir.
Saya dan Mangiring Tamba, akan menciptakan yang belum ada di Samosir menjadi ada. Inilah yang selama ini saya capai sehingga saya dipercaya menjadi pejabat di Propinsi Jambi dan Kota Jambi. Sangat disayangkan, hampir Rp 2.5 triliun anggaran masuk ke Samosir sejak menjadi Kabupaten tapi seperti yang dikatakan Parlin Manihuruk tadi, tidak ada jalan mulus. Istilah Parlin tadi selama ini ada yang menggigit aspal, makan semen dan makan batu. Pemakan benda-benda itu, niscaya akan kita singkirkan dalam membangun Kabupaten Samosir ke depan, kata Martua Sitanggang.
Ketua Punguan Pomparan Raja Sitempang JP Sitanggang yang hadir dalam kampanye itu mengatakan Martua Sitanggang direstui untuk maju menjadi calon Bupati Samosir. Jika ada marga Sitanggang lain yang maju, dia tidak mendapat restu dari Punguan Pomparan Raja Sitempang. “Itu keinginan pribadinya, tidak ada restu dari organisasi,” ujar JP Sitanggang.
Di Samosir, PNS Takut Beda Pilihan Karena Takut Dipindahkan
Parlin Manihuruk, aktivis yang sudah mendampingi kaum petani dan nelayan selama 25 tahun di Sumatera Utara mengingatkan sekarang bukan jaman orde baru. Hal itu ditegaskan khususnya kepada kalangan PNS yang terkesan takut beda pilihan dengan atasan.
Saya sudah jalani Samosir ini, bahkan Sumatera Utara. Kita bukan hidup di jaman orde baru lagi yang saat itu, pilihan PNS harus sama dengan atasan. Sayangnya hal itu masih terjadi di Samosir. Pengalaman Pemilu lalu, ada salah seorang marga Sinaga di Desa Huta Ginjang dipindahkan hanya karena dia beda pilihan dengan atasannya. Bukan jamannya dan tolak pemimpin yang masih bertindak otoriter dan menakut-nakuti, ajak Parlin. (T12/q)
Martua Sitanggang-Mangiring Tamba Berjanji Menciptakan Yang Belum Ada Menjadi Ada di Samosir
Posted in Marsipature Hutanabe by Redaksi on Mei 27th, 2010
Samosir (SIB)
Kampanye pasangan calon Bupati dan calon Wakil Bupati Samosir nomor 6, Drs Martua Sitanggang/Mangiring Tamba SH di Kecamatan Nainggolan, Rabu (26/5), disambut meriah tim suksesnya. Berkekuatan lebih 2500 orang, tidak satupun yang hadir beranjak dari tempatnya sejak orasi kampanye dimulai.
Sepanjang perjalanan dari Posko Martua Sitanggang/Mangiring Tamba di Pangururan, massa sambung-menyambung mengikuti iringan sampai ke Nainggolan. Lagu mars “Martua Sitanggang/Mangiring Tamba” yang dilantunkan sepanjang jalan mampu menarik perhatian masyarakat.
Pasangan Nomor 6 Paling Berpeluang Menang
Kampanye calon Bupati Samosir nomor 6, Martua Sitanggang/Mangiring Tamba, Rabu (26/5), di Nainggolan kali ini menghadirkan juru kampanye dari Propinsi Sumatera Utara, Haposan Siallagan. Dalam orasinya, Haposan mengajak masyarakat memilih pasangan nomor 6 karena menurut survey, merupakan pasangan paling berpeluang memenangkan Pemilukada Samosir 9 Juni nanti.
Republikan mendukung pasangan ini bukan tanpa alasan. Dari data survey, pasangan nomor 6 merupakan calon Bupati Samosir periode 2010-2015 yang paling berpeluang untuk menang. Dengan konsepnya yang akan menciptakan yang belum ada menjadi ada di Samosir, kita patut mendukung dan mencoblos nomor 6 untuk perubahan yang lebih baik di Kabupaten Samosir, ajak Haposan Siallagan putra Ambarita Samosir yang juga ketua Organda Sumut itu.
Jorlin Pakpahan : Martua Sudah Terbukti Dan Teruji Membangun Jambi
Massa pendukung calon Bupati Samosir nomor 6, tersentak. Betapa tidak, salah seorang tokoh yang sangat dikenal di dunia pendidikan nasional, Jorlin Pakpahan hadir dalam kampanye itu. Putra asli Samosir itu, mengajak masyarakat memilih calon Bupati Samosir nomor 6, karena sudah terbukti dan teruji.
Saya sangat kenal dengan Martua Sitanggang. Walau dia berkiprah di Jambi, tapi jaringannya ke pemerintahan pusat sangat bagus. Dia sudah terbukti dan teruji membangun Jambi. Salah satu tugasnya membangun rumah sakit internasional di Jambi berbiaya Rp 146 miliar berhasil tanpa ada dugaan praktek KKN dalam proses pembangunan itu, kata Jorlin.
Terkait pendidikan di Samosir, Jorlin Pakpahan mengaku menangis melihatnya. Dia belum menemukan bukti apapun yang dapat membanggakan dunia pendidikan di Samosir. Bahkan menurut dia, konsep pembangunan Kabupaten Samosir menjadi Kabupaten Pariwisata selama ini masih sebatas kata-kata. Belum ada bukti, mayoritas penduduk Samosir mampu hidup dari dunia pariwisata. Jika masyarakat masih mau perubahan, sudah sepantasnya pemimpinnya dirubah dan pilihan jatuh kepada nomor 6.
Orang Batak selalu mencari tiga hal. Pertama “Hamoraon, Hagabeon, Hasangapon”. Ketiga hal itu sudah dimiliki Martua dan Mangiring. Mereka mau mencalonkan diri bukan karena itu lagi. Mereka datang karena cinta kasih mereka ke Samosir agar daerah ini, generasi ini dapat bersaing dengan daerah lain. Jangan ragu untuk menentukan pilihan kepada mereka, ajak Jorlin Pakpahan.
Marga Sitanggang Sudah Teruji Mampu Membangun Samosir
Hal yang selama ini jarang disadari penduduk Samosir, ternyata marga Sitanggang sudah teruji dan mampu membangun Samosir. Hal itu diungkap Parlin Manihuruk dalam kampanye pasangan Martua Sitanggang/Mangiring Tamba di Nainggolan, Rabu (26/5).
Siap berani menyangkal itu. Mari kita uraikan bersama. Penduduk Samosir dapat menyeberangkan mobilnya karena ferry marga Sitanggang. Penduduk Samosir dapat membeli bensin dan solar dengan harga nasional juga karena galon marga Sitanggang. Penduduk Samosir dapat dengan mudah menuju Medan , juga karena armada marga Sitanggang. Dahulu, penyeberangan melalui kapal Simanindo-Tigaras juga karena kapal marga Sitanggang. Itu bukti, sejak dahulu marga Sitanggang peduli dengan pembangunan di Samosir.
Sekarang ini ada Martua Sitanggang yang dibantu Mangiring Tamba untuk membangun Samosir secara menyeluruh melalui system pemerintahan. Mari kita dukung mereka, karena mereka bagian dari generasi yang paling peduli itu. Coblos nomor 6, ajak Parlin disambut yel,yel “Coblos nomor 6”, “Martua/Mangiring Menang”.
Puluhan Miliar Silpa Selama Lima Tahun Bukti Pemerintahan Samosir Selama ini Tidak Mampu
Dalam orasinya, Martua Sitanggang dan Mangiring Tamba tidak banyak berkata-kata. Mereka berdua dengan rendah hati memohon doa dan dukungan rakyat Samosir. Kedua sosok sederhana dan bersahaja itu lebih banyak mengandalkan kepercayaan kepada rakyat Samosir yang menginginkan perubahan yang lebih baik.
Jika mengandalkan dana APBD saja untuk membangun Samosir sudah pasti tidak cukup. Apalagi selama ini, biaya rutin lebih besar dari biaya pembangunan. Yang lebih membuat kita tersentak, ternyata setiap tahun ada puluhan miliar sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa). Itu bukti ketidakmampuan pemerintah Samosir selama ini dalam menggunakan anggaran untuk membangun. Jika pemerintahan selama ini berpihak pada rakyat, Silpa itu dapat digunakan untuk membuka dan membangun jalan desa. Tapi kita semua tahu hal itu tidak dilakukan, kata Martua Sitanggang.
Kampanye calon Bupati Samosir nomor 6 itu dihibur artis Ibu kota, Rani Simbolon. Dalam setiap lagunya, tidak lupa Rani boru Simbolon mengingatkan massa untuk menggunakan hak pilihnya mencoblos nomor 6 dalam Pemilukada Samosir nanti. (T12/f)
TEKS FOTO:
Melambaikan Tangan : Dari kir ke kanan, Ketua Punguan Pomparan Raja Sitempang JP Sitanggang, calon wakil Bupati Samosir Mangiring Tamba, calon Bupati Samosir Martua Sitanggang, masing-masing didampingi istri melambaikan tangan kepada massa pendukung saat Rani Simbolon (paling kanan) menghibur dalam kampanye di Nainggolan, Rabu (26/5). (Foto SIB/Mahadi Sitanggang)
Calon Bupati Samosir : Calon Bupati Samosir Martua Sitanggang (pakai kacamata), terlihat akrab dengan massa pendukungnya sewaktu kampanye, Rabu (26/5), di Kecamatan Nainggolan. (Foto SIB/Mahadi Sitanggang)
Nomor 6 : Calon Bupati Samosir nomor 6, Martua Sitanggang/Mangiring Tamba didampingi istri saat kampanye di Nainggolan, Rabu (26/5). Kampanye kali ini dihadiri tokoh pendidikan nasional, Jorlin Pakpahan (paling kanan). (Foto SIB/Mahadi Sitanggang)
Jurkam Propinsi : Kampanye calon Bupati Samosir nomor 6, Martua Sitanggang/Mangiring Tamba di Nainggolan, Rabu (26/5), menghadirkan jurukampanye Propinsi Haposan Siallagan (pegang mic). (Foto SIB/Mahadi Sitanggang/f
Samosir (SIB)
Kampanye pasangan calon Bupati dan calon Wakil Bupati Samosir nomor 6, Drs Martua Sitanggang/Mangiring Tamba SH di Kecamatan Nainggolan, Rabu (26/5), disambut meriah tim suksesnya. Berkekuatan lebih 2500 orang, tidak satupun yang hadir beranjak dari tempatnya sejak orasi kampanye dimulai.
Sepanjang perjalanan dari Posko Martua Sitanggang/Mangiring Tamba di Pangururan, massa sambung-menyambung mengikuti iringan sampai ke Nainggolan. Lagu mars “Martua Sitanggang/Mangiring Tamba” yang dilantunkan sepanjang jalan mampu menarik perhatian masyarakat.
Pasangan Nomor 6 Paling Berpeluang Menang
Kampanye calon Bupati Samosir nomor 6, Martua Sitanggang/Mangiring Tamba, Rabu (26/5), di Nainggolan kali ini menghadirkan juru kampanye dari Propinsi Sumatera Utara, Haposan Siallagan. Dalam orasinya, Haposan mengajak masyarakat memilih pasangan nomor 6 karena menurut survey, merupakan pasangan paling berpeluang memenangkan Pemilukada Samosir 9 Juni nanti.
Republikan mendukung pasangan ini bukan tanpa alasan. Dari data survey, pasangan nomor 6 merupakan calon Bupati Samosir periode 2010-2015 yang paling berpeluang untuk menang. Dengan konsepnya yang akan menciptakan yang belum ada menjadi ada di Samosir, kita patut mendukung dan mencoblos nomor 6 untuk perubahan yang lebih baik di Kabupaten Samosir, ajak Haposan Siallagan putra Ambarita Samosir yang juga ketua Organda Sumut itu.
Jorlin Pakpahan : Martua Sudah Terbukti Dan Teruji Membangun Jambi
Massa pendukung calon Bupati Samosir nomor 6, tersentak. Betapa tidak, salah seorang tokoh yang sangat dikenal di dunia pendidikan nasional, Jorlin Pakpahan hadir dalam kampanye itu. Putra asli Samosir itu, mengajak masyarakat memilih calon Bupati Samosir nomor 6, karena sudah terbukti dan teruji.
Saya sangat kenal dengan Martua Sitanggang. Walau dia berkiprah di Jambi, tapi jaringannya ke pemerintahan pusat sangat bagus. Dia sudah terbukti dan teruji membangun Jambi. Salah satu tugasnya membangun rumah sakit internasional di Jambi berbiaya Rp 146 miliar berhasil tanpa ada dugaan praktek KKN dalam proses pembangunan itu, kata Jorlin.
Terkait pendidikan di Samosir, Jorlin Pakpahan mengaku menangis melihatnya. Dia belum menemukan bukti apapun yang dapat membanggakan dunia pendidikan di Samosir. Bahkan menurut dia, konsep pembangunan Kabupaten Samosir menjadi Kabupaten Pariwisata selama ini masih sebatas kata-kata. Belum ada bukti, mayoritas penduduk Samosir mampu hidup dari dunia pariwisata. Jika masyarakat masih mau perubahan, sudah sepantasnya pemimpinnya dirubah dan pilihan jatuh kepada nomor 6.
Orang Batak selalu mencari tiga hal. Pertama “Hamoraon, Hagabeon, Hasangapon”. Ketiga hal itu sudah dimiliki Martua dan Mangiring. Mereka mau mencalonkan diri bukan karena itu lagi. Mereka datang karena cinta kasih mereka ke Samosir agar daerah ini, generasi ini dapat bersaing dengan daerah lain. Jangan ragu untuk menentukan pilihan kepada mereka, ajak Jorlin Pakpahan.
Marga Sitanggang Sudah Teruji Mampu Membangun Samosir
Hal yang selama ini jarang disadari penduduk Samosir, ternyata marga Sitanggang sudah teruji dan mampu membangun Samosir. Hal itu diungkap Parlin Manihuruk dalam kampanye pasangan Martua Sitanggang/Mangiring Tamba di Nainggolan, Rabu (26/5).
Siap berani menyangkal itu. Mari kita uraikan bersama. Penduduk Samosir dapat menyeberangkan mobilnya karena ferry marga Sitanggang. Penduduk Samosir dapat membeli bensin dan solar dengan harga nasional juga karena galon marga Sitanggang. Penduduk Samosir dapat dengan mudah menuju Medan , juga karena armada marga Sitanggang. Dahulu, penyeberangan melalui kapal Simanindo-Tigaras juga karena kapal marga Sitanggang. Itu bukti, sejak dahulu marga Sitanggang peduli dengan pembangunan di Samosir.
Sekarang ini ada Martua Sitanggang yang dibantu Mangiring Tamba untuk membangun Samosir secara menyeluruh melalui system pemerintahan. Mari kita dukung mereka, karena mereka bagian dari generasi yang paling peduli itu. Coblos nomor 6, ajak Parlin disambut yel,yel “Coblos nomor 6”, “Martua/Mangiring Menang”.
Puluhan Miliar Silpa Selama Lima Tahun Bukti Pemerintahan Samosir Selama ini Tidak Mampu
Dalam orasinya, Martua Sitanggang dan Mangiring Tamba tidak banyak berkata-kata. Mereka berdua dengan rendah hati memohon doa dan dukungan rakyat Samosir. Kedua sosok sederhana dan bersahaja itu lebih banyak mengandalkan kepercayaan kepada rakyat Samosir yang menginginkan perubahan yang lebih baik.
Jika mengandalkan dana APBD saja untuk membangun Samosir sudah pasti tidak cukup. Apalagi selama ini, biaya rutin lebih besar dari biaya pembangunan. Yang lebih membuat kita tersentak, ternyata setiap tahun ada puluhan miliar sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa). Itu bukti ketidakmampuan pemerintah Samosir selama ini dalam menggunakan anggaran untuk membangun. Jika pemerintahan selama ini berpihak pada rakyat, Silpa itu dapat digunakan untuk membuka dan membangun jalan desa. Tapi kita semua tahu hal itu tidak dilakukan, kata Martua Sitanggang.
Kampanye calon Bupati Samosir nomor 6 itu dihibur artis Ibu kota, Rani Simbolon. Dalam setiap lagunya, tidak lupa Rani boru Simbolon mengingatkan massa untuk menggunakan hak pilihnya mencoblos nomor 6 dalam Pemilukada Samosir nanti. (T12/f)
TEKS FOTO:
Melambaikan Tangan : Dari kir ke kanan, Ketua Punguan Pomparan Raja Sitempang JP Sitanggang, calon wakil Bupati Samosir Mangiring Tamba, calon Bupati Samosir Martua Sitanggang, masing-masing didampingi istri melambaikan tangan kepada massa pendukung saat Rani Simbolon (paling kanan) menghibur dalam kampanye di Nainggolan, Rabu (26/5). (Foto SIB/Mahadi Sitanggang)
Calon Bupati Samosir : Calon Bupati Samosir Martua Sitanggang (pakai kacamata), terlihat akrab dengan massa pendukungnya sewaktu kampanye, Rabu (26/5), di Kecamatan Nainggolan. (Foto SIB/Mahadi Sitanggang)
Nomor 6 : Calon Bupati Samosir nomor 6, Martua Sitanggang/Mangiring Tamba didampingi istri saat kampanye di Nainggolan, Rabu (26/5). Kampanye kali ini dihadiri tokoh pendidikan nasional, Jorlin Pakpahan (paling kanan). (Foto SIB/Mahadi Sitanggang)
Jurkam Propinsi : Kampanye calon Bupati Samosir nomor 6, Martua Sitanggang/Mangiring Tamba di Nainggolan, Rabu (26/5), menghadirkan jurukampanye Propinsi Haposan Siallagan (pegang mic). (Foto SIB/Mahadi Sitanggang/f
MAJU KE PILKADA SAMOSIR - Uskup Agung Medan “Berkati” Pasangan Tiar-Ias
User Rating: / 0
PoorBest Written by Redaksi Web
Saturday, 22 May 2010 10:49
Pasangan calon bupati-wakil bupati Samosir periode 2010-2015, Bachtiar Sitanggang-Jeremias Sinaga MM (Tiar-Ias) beberapa waktu yang lalu memohon doa restu Uskup Agung Medan Mgr DR AB Sinaga OFMCap.
Seperti dijelaskan Bachtiar kepada Global bahwa Uskup Agung Medan Mgr DR AB Sinaga OFMCap memuji niat baik pasangan Tiar-Ias untuk membangun Samosir lewat pencalonan diri sebagai bupati-wakil bupati Samosir.
Uskup mengatakan bahwa Keuskupan tidak boleh memihak (netral) ataupun mengkondisikan jemaat terhadap salah satu pasangan namun wajib mendoakan semua pasangan.
Selama ini Bachtiar telah berusaha memberikan yang terbaik bagi masyarakat Samosir. Di bidang sosial, Bachtiar tidak pernah sungkan ataupun pandang bulu untuk membantu sesama.
"Bukan karena ada unsur kepentingan. Tapi saya paling tidak bisa melihat orang lain kesusahan. Apalagi jika melihat orang tua menangis akibat ketidakmampuan," ujar Bahtiar.
Selain itu menyediakan pompanisasi air dari Danau Toba ke bak air ataupun tangki di perbukitan Samosir serta menyediakan kran air bagi tiap rumah yang membutuhkan. Demikian juga dengan pemasangan instalasi listrik untuk pompa air ataupun kekediaman penduduk.
Bachtiar selalu berpartisipasi dalam pembangunan rumah ibadah. Seperti memberikan bantuan ke salah satu gereja yang ada di Kabupaten Humbang Hasundutan. Demikian juga ke masjid.
Dalam bidang pertanian, memberikan bantuan bibit berbagai jenis macam tumbuhan yang bermanfaat bagi masyarakat semisal durian, alpokat. Dan untuk menjaga kelestarian lingkungan Bachtiar memberikan bibit pohon mahoni ataupun ingul.
Dari segi tenaga kerja, telah membuka pabrik roti di Samosir yang menampung kira-kira 250 tenaga kerja dan perusahaan miliknya yang bergerak dalam bisang angkutan juga mampu menampung tenaga kerja.
Bachtiar juga menyediakan speedboat ataupun kenderaan roda dua untuk menjangkau daerah terisolir serta memberikan bantuan mesin fogging untuk mencegah DBD ataupun vaksin rabies.
Bachtiar Sitanggang merupakan pemerhati dan peduli akan pendidikan dan mendedikasikan hidupnya untuk pengembangan dan pemberdayaan pendidikan dengan talenta dan minat para siswa asal Samosir ataupun di daerah lain seperti Tobasa.
Bachtiar telah mengajak kerja sama beberapa universitas untuk memberikan beasiswa bagi mahasiswa asal Samosir seperti Universitas Mpu Tantular, Universitas Bung Karno, STIE Medan dan Akper Sari Mutiara Medan.
Kepeduliannya terhadap Samosir ingin lebih dimaksimalkan dengan mencalonkan diri sebagai Bupati Samosir sehingga anggaran pemerintah benar-benar menyentuh masyarakat.
Bachtiar menjelaskan lebih lanjut bahwa dirinya bersama dengan Jeremias Sinaga sebagai calon wakil bupati akan berusaha mensejahterakan masyarakat. Samosir yang memiliki Danau Toba dan alam yang sangat indah yang masuk dalan 7 keajaiban dunia akan dijadikan sebagai tempat tujuan wisata.
TETTY NAIBAHO | GLOBAL | SAMOSIR
PoorBest Written by Redaksi Web
Saturday, 22 May 2010 10:49
Pasangan calon bupati-wakil bupati Samosir periode 2010-2015, Bachtiar Sitanggang-Jeremias Sinaga MM (Tiar-Ias) beberapa waktu yang lalu memohon doa restu Uskup Agung Medan Mgr DR AB Sinaga OFMCap.
Seperti dijelaskan Bachtiar kepada Global bahwa Uskup Agung Medan Mgr DR AB Sinaga OFMCap memuji niat baik pasangan Tiar-Ias untuk membangun Samosir lewat pencalonan diri sebagai bupati-wakil bupati Samosir.
Uskup mengatakan bahwa Keuskupan tidak boleh memihak (netral) ataupun mengkondisikan jemaat terhadap salah satu pasangan namun wajib mendoakan semua pasangan.
Selama ini Bachtiar telah berusaha memberikan yang terbaik bagi masyarakat Samosir. Di bidang sosial, Bachtiar tidak pernah sungkan ataupun pandang bulu untuk membantu sesama.
"Bukan karena ada unsur kepentingan. Tapi saya paling tidak bisa melihat orang lain kesusahan. Apalagi jika melihat orang tua menangis akibat ketidakmampuan," ujar Bahtiar.
Selain itu menyediakan pompanisasi air dari Danau Toba ke bak air ataupun tangki di perbukitan Samosir serta menyediakan kran air bagi tiap rumah yang membutuhkan. Demikian juga dengan pemasangan instalasi listrik untuk pompa air ataupun kekediaman penduduk.
Bachtiar selalu berpartisipasi dalam pembangunan rumah ibadah. Seperti memberikan bantuan ke salah satu gereja yang ada di Kabupaten Humbang Hasundutan. Demikian juga ke masjid.
Dalam bidang pertanian, memberikan bantuan bibit berbagai jenis macam tumbuhan yang bermanfaat bagi masyarakat semisal durian, alpokat. Dan untuk menjaga kelestarian lingkungan Bachtiar memberikan bibit pohon mahoni ataupun ingul.
Dari segi tenaga kerja, telah membuka pabrik roti di Samosir yang menampung kira-kira 250 tenaga kerja dan perusahaan miliknya yang bergerak dalam bisang angkutan juga mampu menampung tenaga kerja.
Bachtiar juga menyediakan speedboat ataupun kenderaan roda dua untuk menjangkau daerah terisolir serta memberikan bantuan mesin fogging untuk mencegah DBD ataupun vaksin rabies.
Bachtiar Sitanggang merupakan pemerhati dan peduli akan pendidikan dan mendedikasikan hidupnya untuk pengembangan dan pemberdayaan pendidikan dengan talenta dan minat para siswa asal Samosir ataupun di daerah lain seperti Tobasa.
Bachtiar telah mengajak kerja sama beberapa universitas untuk memberikan beasiswa bagi mahasiswa asal Samosir seperti Universitas Mpu Tantular, Universitas Bung Karno, STIE Medan dan Akper Sari Mutiara Medan.
Kepeduliannya terhadap Samosir ingin lebih dimaksimalkan dengan mencalonkan diri sebagai Bupati Samosir sehingga anggaran pemerintah benar-benar menyentuh masyarakat.
Bachtiar menjelaskan lebih lanjut bahwa dirinya bersama dengan Jeremias Sinaga sebagai calon wakil bupati akan berusaha mensejahterakan masyarakat. Samosir yang memiliki Danau Toba dan alam yang sangat indah yang masuk dalan 7 keajaiban dunia akan dijadikan sebagai tempat tujuan wisata.
TETTY NAIBAHO | GLOBAL | SAMOSIR
Kamis, 20 Mei 2010
KRB Ultah: Indonesia Perlu 45 Kebon Raya
Selasa, 18 Mei 2010 - 19:16 WIB
| More
KRB Ultah: Indonesia Perlu 45 Kebon Raya
BOGOR (Pos Kota) – Untuk menjaga konservasi dan menyelamatkan keanekaragaman hayati, Indonesia membutuhkan sedikitnya 45 kebun raya. Saat ini, Indonesia hanya baru memiliki empat kebun raya dan 17 kebun raya yang sedang dibangun, sehingga masih kurang sebanyak 23 kebun raya lagi.
Hal ini diungkapkan Wakil Ketua Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Pusat Lukman Hakim saat menyampaikan sambutan dalam perayaan ulang tahun Kebun Raya Bogor (KRB) ke 193 di areal KRB,Selasa (18/5) pagi.
Saat ini, kata Lukman, sudah ada 21 kebun raya yang tersebar di beberapa Provinsi di Indonesia. Dari ke-21 itu, empat diantaranya di bawah naungan LIPI, sedangkan sisanya dikelola oleh daerah masing-masing.
“Dengan jumlah kebun raya saat ini yang hanya baru dua puluhan, masih belum mencukupi untuk menampung keanekaragaman hayati di Indonesia,” katanya.
Ia mengakui, untuk mewujudkan atau membangun Kebun Raya sesuai dengan kebutuhan akan sangat menyedot dana yang sangat besar. LIPI sendiri katanya, tidak memiliki dana yang memadai untuk membangun semua kebun raya. Untuk itu, katanya, diharapkan adanya bantuan dari pemerintah pusat maupun daerah.
Saat ini katanya, sudah dilakukan kerjasama dengan tiga kabupaten di wilayah Indonesia untuk membangun kebun raya. Ke tiga wiilayah itu adalah Kabupaten Samosir, Lombok Timur dan Kuningan. Bentuk kerjasama dilakukan dengan penandatangan antara LIPI dengan tiga bupati dii wilayah tersebut.
Bupati Samosir, Sumatera Utara, Mangindar Simbolon, mengatakan rencana pembangunan kebun raya di Samosir akan segera dimulai.”Tergetnya selesai 10 tahun ke depan,” katanya.
Dia mengatakan, luas lahan yang akan dijadikan Kebun Raya di tempatnya mencapai 100 hektar dengan dana diperkirakan mencapai Rp 73 miliar. Dia mengatakan untuk pembangunan kebun raya itu bantuan penuh sangat diharapkan dari pihak pemerintah, mengingat tidak mungkin jika mengandalkan dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Samosir.
“APBD kita masih sangat kecil yakni hanya sebesar Rp. 351 miliar tiap tahun. Oleh karena itu, kami membutuhkan bantuan dari yang lainnya, terutama para pengusaha dan LIPI,” katanya.
Sementara itu Bupati Kuningan H Aang Hamid Suganda mengatakan, untuk keperluan pembangunan kebun raya, akan disiapkan lahan seluas 175 hektar. “Areal kebun raya itu terletak di sekitar Gunung Ciremai,” katanya.
Saat ini katanya, sudah ada 55 jenis tumbuhan yang akan mengisi menjadi koleksi kebun raya Kuningan.(yopi/dms)
| More
KRB Ultah: Indonesia Perlu 45 Kebon Raya
BOGOR (Pos Kota) – Untuk menjaga konservasi dan menyelamatkan keanekaragaman hayati, Indonesia membutuhkan sedikitnya 45 kebun raya. Saat ini, Indonesia hanya baru memiliki empat kebun raya dan 17 kebun raya yang sedang dibangun, sehingga masih kurang sebanyak 23 kebun raya lagi.
Hal ini diungkapkan Wakil Ketua Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Pusat Lukman Hakim saat menyampaikan sambutan dalam perayaan ulang tahun Kebun Raya Bogor (KRB) ke 193 di areal KRB,Selasa (18/5) pagi.
Saat ini, kata Lukman, sudah ada 21 kebun raya yang tersebar di beberapa Provinsi di Indonesia. Dari ke-21 itu, empat diantaranya di bawah naungan LIPI, sedangkan sisanya dikelola oleh daerah masing-masing.
“Dengan jumlah kebun raya saat ini yang hanya baru dua puluhan, masih belum mencukupi untuk menampung keanekaragaman hayati di Indonesia,” katanya.
Ia mengakui, untuk mewujudkan atau membangun Kebun Raya sesuai dengan kebutuhan akan sangat menyedot dana yang sangat besar. LIPI sendiri katanya, tidak memiliki dana yang memadai untuk membangun semua kebun raya. Untuk itu, katanya, diharapkan adanya bantuan dari pemerintah pusat maupun daerah.
Saat ini katanya, sudah dilakukan kerjasama dengan tiga kabupaten di wilayah Indonesia untuk membangun kebun raya. Ke tiga wiilayah itu adalah Kabupaten Samosir, Lombok Timur dan Kuningan. Bentuk kerjasama dilakukan dengan penandatangan antara LIPI dengan tiga bupati dii wilayah tersebut.
Bupati Samosir, Sumatera Utara, Mangindar Simbolon, mengatakan rencana pembangunan kebun raya di Samosir akan segera dimulai.”Tergetnya selesai 10 tahun ke depan,” katanya.
Dia mengatakan, luas lahan yang akan dijadikan Kebun Raya di tempatnya mencapai 100 hektar dengan dana diperkirakan mencapai Rp 73 miliar. Dia mengatakan untuk pembangunan kebun raya itu bantuan penuh sangat diharapkan dari pihak pemerintah, mengingat tidak mungkin jika mengandalkan dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Samosir.
“APBD kita masih sangat kecil yakni hanya sebesar Rp. 351 miliar tiap tahun. Oleh karena itu, kami membutuhkan bantuan dari yang lainnya, terutama para pengusaha dan LIPI,” katanya.
Sementara itu Bupati Kuningan H Aang Hamid Suganda mengatakan, untuk keperluan pembangunan kebun raya, akan disiapkan lahan seluas 175 hektar. “Areal kebun raya itu terletak di sekitar Gunung Ciremai,” katanya.
Saat ini katanya, sudah ada 55 jenis tumbuhan yang akan mengisi menjadi koleksi kebun raya Kuningan.(yopi/dms)
Selasa, 18 Mei 2010
Mahasiswa Samosir SU Dukung Pasangan Mantap
E-mail
User Rating: / 1
PoorBest
Written by Redaksi Web
Tuesday, 18 May 2010 09:04
Perhimpunan Mahasiswa Samosir Sumatera Utara (Perisai SU) menyatakan dukungan terhadap pasangan calon Bupati-Wakil Bupati Ir Mangindar Simbolon-Ir Mangadap Sinaga (Mantap).
Deklarasi tersebut dilaksanakan di Balai Seraphim Pangururan, Minggu (16/5). Perisai SU juga menyatakan akan menggunakan hak pilih, turut serta menggalang suara serta memilih nomor urut 2 (pasangan Mantap).
Dalam kesempatan tersebut Perisai SU menawarkan kontrak sosial kepada pasangan Mantap, di antaranya mengalokasikan dana APBD untuk pendidikan, memberikan beasiswa bagi putra-putri terbaik Samosir yang hendak kuliah, membangun akses sarana transportasi, menjamin pemerintahan yang bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) serta menjalankan pemerintahan yang berpihak kepada rakyat.
Ketua Badan Pengurus Harian (BPH) Perisai SU Andreas Sihotang mengatakan sebagai mahasiswa Perisai SU harus ambil bagian dan berperan serta dalam Pilkada Samosir 2010 untuk mencari pemimpin yang memiliki komitmen untuk membangun Samosir.
Para mahasiswa menilai bahwa Ir Mangindar Simbolon merupakan sosok pemimpin yang baik dan melihat terjadi perubahan yang signifikan di Samosir selama kepemimpinan Mangindar (2005-2010) serta memperoleh berbagai penghargaan baik se-Sumatera Utara maupun secara Nasional.
Ketua tim Pemenangan pasangan Mantap Manusun Sitanggang mengatakan bahwa terbentuknya Perisai SU berawal saat dianya mengajak beberapa mahasiswa untuk melihat dan menganalisis pembangunan yang telah ada.
Calon Bupati dari Pasangan Mantap Ir Mangindar Simbolon mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberika para mahasiswa tersebut. Ir Mangadap Sinaga berpesan kepada mahasiswa untuk rajin belajar dan seandainya terpilih, Mangadap setiap hari menerima mahasiswa dengan terbuka untuk berdiskusi demi kemajuan Kabupaten Samosir.
Masing-masing koordinator mahasiswa mewakili beberapa perguruan tinggi Sumatera Utara yang memberikan dukungannya, di antaranya Ronal Pasaribu (Pertanian USU), Jayan Tamba (Unimed), Hermanto Simbolon (Hukum UHN), Bosko Sinaga (Dharma Agung), Donggut Simbolon (Unika), Rolin Simalango (Sisingamangaraja), Nover Sinaga (PTKI), Bintang Nadeak (AMIK MBP), Nora Simalango (Medicom), Juan Gultom (ISTTP), Revnaldi Sitinjak (UMA), Roberton Simbolon (Politeknik Unika), Benny Simbolon (UHN Siantar), Darwin Situmorang (ITM), Putra Situmeang (Politeknik USU), Virgo Nainggolan (STMIK Triguna Dharma), Ricki Malau (Institut Pastoral Indonesia)
TETTY NAIBAHO | GLOBAL | SAMOSIR
User Rating: / 1
PoorBest
Written by Redaksi Web
Tuesday, 18 May 2010 09:04
Perhimpunan Mahasiswa Samosir Sumatera Utara (Perisai SU) menyatakan dukungan terhadap pasangan calon Bupati-Wakil Bupati Ir Mangindar Simbolon-Ir Mangadap Sinaga (Mantap).
Deklarasi tersebut dilaksanakan di Balai Seraphim Pangururan, Minggu (16/5). Perisai SU juga menyatakan akan menggunakan hak pilih, turut serta menggalang suara serta memilih nomor urut 2 (pasangan Mantap).
Dalam kesempatan tersebut Perisai SU menawarkan kontrak sosial kepada pasangan Mantap, di antaranya mengalokasikan dana APBD untuk pendidikan, memberikan beasiswa bagi putra-putri terbaik Samosir yang hendak kuliah, membangun akses sarana transportasi, menjamin pemerintahan yang bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) serta menjalankan pemerintahan yang berpihak kepada rakyat.
Ketua Badan Pengurus Harian (BPH) Perisai SU Andreas Sihotang mengatakan sebagai mahasiswa Perisai SU harus ambil bagian dan berperan serta dalam Pilkada Samosir 2010 untuk mencari pemimpin yang memiliki komitmen untuk membangun Samosir.
Para mahasiswa menilai bahwa Ir Mangindar Simbolon merupakan sosok pemimpin yang baik dan melihat terjadi perubahan yang signifikan di Samosir selama kepemimpinan Mangindar (2005-2010) serta memperoleh berbagai penghargaan baik se-Sumatera Utara maupun secara Nasional.
Ketua tim Pemenangan pasangan Mantap Manusun Sitanggang mengatakan bahwa terbentuknya Perisai SU berawal saat dianya mengajak beberapa mahasiswa untuk melihat dan menganalisis pembangunan yang telah ada.
Calon Bupati dari Pasangan Mantap Ir Mangindar Simbolon mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberika para mahasiswa tersebut. Ir Mangadap Sinaga berpesan kepada mahasiswa untuk rajin belajar dan seandainya terpilih, Mangadap setiap hari menerima mahasiswa dengan terbuka untuk berdiskusi demi kemajuan Kabupaten Samosir.
Masing-masing koordinator mahasiswa mewakili beberapa perguruan tinggi Sumatera Utara yang memberikan dukungannya, di antaranya Ronal Pasaribu (Pertanian USU), Jayan Tamba (Unimed), Hermanto Simbolon (Hukum UHN), Bosko Sinaga (Dharma Agung), Donggut Simbolon (Unika), Rolin Simalango (Sisingamangaraja), Nover Sinaga (PTKI), Bintang Nadeak (AMIK MBP), Nora Simalango (Medicom), Juan Gultom (ISTTP), Revnaldi Sitinjak (UMA), Roberton Simbolon (Politeknik Unika), Benny Simbolon (UHN Siantar), Darwin Situmorang (ITM), Putra Situmeang (Politeknik USU), Virgo Nainggolan (STMIK Triguna Dharma), Ricki Malau (Institut Pastoral Indonesia)
TETTY NAIBAHO | GLOBAL | SAMOSIR
Minggu, 16 Mei 2010
Kapoldasu: Banjir bandang Samosir akibat ‘illegal logging’
Warta - Kriminal & Pengadilan
SASTROY BANGUN
Redaktur Kriminal & Hukum
WASPADA ONLINE
MEDAN - Kapolda Sumut, Irjen Oegroseno menegaskan, banjir bandang dan longsor yang melanda desa Rassang Bosi dan desa Sabulan, kecamatan Sitio-tio, kabupaten Samosir, Kamis (29/4) lalu, disebabkan karena aksi para perambahan hutan (illegal logging).
“Kuat dugaan kita, penyebab musibah banjir bandang dan longsor di Samosir itu karena hutan daerah itu sudah rusak akibat illegal logging. Karena itu, harus menjadi perhatian serius kita,” tegas Kapolda kepada Waspada Online, Jumat (14/5).
Dikatakan jenderal berbintang dua itu, pemberantasan praktik illegal logging yang sudah jelas sangat meresahkan dan menyusahkan masyarakat, tidak bisa ditawar lagi. Sampai saat ini, tim terpadu masih melakukan penyelidikan di Samosir untuk menjerat pelakunya.Untuk itu, Poldasu akan serius menangani kasus ini dan menindak pelakunya dengan tegas.
Penyebab musibah banjir bandang yang sering terjadi di Sumut, merupakan dampak dari kerusakan hutan. Akibatnya, saat musim penghujan, hutan di daerah sekitarnya tidak mampu menampung curah hujan hingga berpotensi banjir dan tanah lonsor.
“Ya kalau saya lihat itu alamiah. Kalau hutan di daerah tersebut tidak rusak, pasti tidak akan menyebabkan musibah banjir ataupun lonsor,” sebutnya.
Sebelumnya, Poldasu sudah menetapkan tersangka sekaligus menahan kadishut Tobasa, Alden Napitupulu dan kadishut Pakpak Bharat, Sudjarwo karena diduga kuat terlibat dalam praktik illegal logging di daerahnya.
Editor: ANGGRAINI LUBIS
(dat04/wol-mdn)
SASTROY BANGUN
Redaktur Kriminal & Hukum
WASPADA ONLINE
MEDAN - Kapolda Sumut, Irjen Oegroseno menegaskan, banjir bandang dan longsor yang melanda desa Rassang Bosi dan desa Sabulan, kecamatan Sitio-tio, kabupaten Samosir, Kamis (29/4) lalu, disebabkan karena aksi para perambahan hutan (illegal logging).
“Kuat dugaan kita, penyebab musibah banjir bandang dan longsor di Samosir itu karena hutan daerah itu sudah rusak akibat illegal logging. Karena itu, harus menjadi perhatian serius kita,” tegas Kapolda kepada Waspada Online, Jumat (14/5).
Dikatakan jenderal berbintang dua itu, pemberantasan praktik illegal logging yang sudah jelas sangat meresahkan dan menyusahkan masyarakat, tidak bisa ditawar lagi. Sampai saat ini, tim terpadu masih melakukan penyelidikan di Samosir untuk menjerat pelakunya.Untuk itu, Poldasu akan serius menangani kasus ini dan menindak pelakunya dengan tegas.
Penyebab musibah banjir bandang yang sering terjadi di Sumut, merupakan dampak dari kerusakan hutan. Akibatnya, saat musim penghujan, hutan di daerah sekitarnya tidak mampu menampung curah hujan hingga berpotensi banjir dan tanah lonsor.
“Ya kalau saya lihat itu alamiah. Kalau hutan di daerah tersebut tidak rusak, pasti tidak akan menyebabkan musibah banjir ataupun lonsor,” sebutnya.
Sebelumnya, Poldasu sudah menetapkan tersangka sekaligus menahan kadishut Tobasa, Alden Napitupulu dan kadishut Pakpak Bharat, Sudjarwo karena diduga kuat terlibat dalam praktik illegal logging di daerahnya.
Editor: ANGGRAINI LUBIS
(dat04/wol-mdn)
Langganan:
Postingan (Atom)