Posted in Marsipature Hutanabe by Redaksi on Mei 27th, 2010
Samosir (SIB)
Kampanye pasangan calon Bupati dan calon Wakil Bupati Samosir nomor 6, Drs Martua Sitanggang/Mangiring Tamba SH di Kecamatan Nainggolan, Rabu (26/5), disambut meriah tim suksesnya. Berkekuatan lebih 2500 orang, tidak satupun yang hadir beranjak dari tempatnya sejak orasi kampanye dimulai.
Sepanjang perjalanan dari Posko Martua Sitanggang/Mangiring Tamba di Pangururan, massa sambung-menyambung mengikuti iringan sampai ke Nainggolan. Lagu mars “Martua Sitanggang/Mangiring Tamba” yang dilantunkan sepanjang jalan mampu menarik perhatian masyarakat.
Pasangan Nomor 6 Paling Berpeluang Menang
Kampanye calon Bupati Samosir nomor 6, Martua Sitanggang/Mangiring Tamba, Rabu (26/5), di Nainggolan kali ini menghadirkan juru kampanye dari Propinsi Sumatera Utara, Haposan Siallagan. Dalam orasinya, Haposan mengajak masyarakat memilih pasangan nomor 6 karena menurut survey, merupakan pasangan paling berpeluang memenangkan Pemilukada Samosir 9 Juni nanti.
Republikan mendukung pasangan ini bukan tanpa alasan. Dari data survey, pasangan nomor 6 merupakan calon Bupati Samosir periode 2010-2015 yang paling berpeluang untuk menang. Dengan konsepnya yang akan menciptakan yang belum ada menjadi ada di Samosir, kita patut mendukung dan mencoblos nomor 6 untuk perubahan yang lebih baik di Kabupaten Samosir, ajak Haposan Siallagan putra Ambarita Samosir yang juga ketua Organda Sumut itu.
Jorlin Pakpahan : Martua Sudah Terbukti Dan Teruji Membangun Jambi
Massa pendukung calon Bupati Samosir nomor 6, tersentak. Betapa tidak, salah seorang tokoh yang sangat dikenal di dunia pendidikan nasional, Jorlin Pakpahan hadir dalam kampanye itu. Putra asli Samosir itu, mengajak masyarakat memilih calon Bupati Samosir nomor 6, karena sudah terbukti dan teruji.
Saya sangat kenal dengan Martua Sitanggang. Walau dia berkiprah di Jambi, tapi jaringannya ke pemerintahan pusat sangat bagus. Dia sudah terbukti dan teruji membangun Jambi. Salah satu tugasnya membangun rumah sakit internasional di Jambi berbiaya Rp 146 miliar berhasil tanpa ada dugaan praktek KKN dalam proses pembangunan itu, kata Jorlin.
Terkait pendidikan di Samosir, Jorlin Pakpahan mengaku menangis melihatnya. Dia belum menemukan bukti apapun yang dapat membanggakan dunia pendidikan di Samosir. Bahkan menurut dia, konsep pembangunan Kabupaten Samosir menjadi Kabupaten Pariwisata selama ini masih sebatas kata-kata. Belum ada bukti, mayoritas penduduk Samosir mampu hidup dari dunia pariwisata. Jika masyarakat masih mau perubahan, sudah sepantasnya pemimpinnya dirubah dan pilihan jatuh kepada nomor 6.
Orang Batak selalu mencari tiga hal. Pertama “Hamoraon, Hagabeon, Hasangapon”. Ketiga hal itu sudah dimiliki Martua dan Mangiring. Mereka mau mencalonkan diri bukan karena itu lagi. Mereka datang karena cinta kasih mereka ke Samosir agar daerah ini, generasi ini dapat bersaing dengan daerah lain. Jangan ragu untuk menentukan pilihan kepada mereka, ajak Jorlin Pakpahan.
Marga Sitanggang Sudah Teruji Mampu Membangun Samosir
Hal yang selama ini jarang disadari penduduk Samosir, ternyata marga Sitanggang sudah teruji dan mampu membangun Samosir. Hal itu diungkap Parlin Manihuruk dalam kampanye pasangan Martua Sitanggang/Mangiring Tamba di Nainggolan, Rabu (26/5).
Siap berani menyangkal itu. Mari kita uraikan bersama. Penduduk Samosir dapat menyeberangkan mobilnya karena ferry marga Sitanggang. Penduduk Samosir dapat membeli bensin dan solar dengan harga nasional juga karena galon marga Sitanggang. Penduduk Samosir dapat dengan mudah menuju Medan , juga karena armada marga Sitanggang. Dahulu, penyeberangan melalui kapal Simanindo-Tigaras juga karena kapal marga Sitanggang. Itu bukti, sejak dahulu marga Sitanggang peduli dengan pembangunan di Samosir.
Sekarang ini ada Martua Sitanggang yang dibantu Mangiring Tamba untuk membangun Samosir secara menyeluruh melalui system pemerintahan. Mari kita dukung mereka, karena mereka bagian dari generasi yang paling peduli itu. Coblos nomor 6, ajak Parlin disambut yel,yel “Coblos nomor 6”, “Martua/Mangiring Menang”.
Puluhan Miliar Silpa Selama Lima Tahun Bukti Pemerintahan Samosir Selama ini Tidak Mampu
Dalam orasinya, Martua Sitanggang dan Mangiring Tamba tidak banyak berkata-kata. Mereka berdua dengan rendah hati memohon doa dan dukungan rakyat Samosir. Kedua sosok sederhana dan bersahaja itu lebih banyak mengandalkan kepercayaan kepada rakyat Samosir yang menginginkan perubahan yang lebih baik.
Jika mengandalkan dana APBD saja untuk membangun Samosir sudah pasti tidak cukup. Apalagi selama ini, biaya rutin lebih besar dari biaya pembangunan. Yang lebih membuat kita tersentak, ternyata setiap tahun ada puluhan miliar sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa). Itu bukti ketidakmampuan pemerintah Samosir selama ini dalam menggunakan anggaran untuk membangun. Jika pemerintahan selama ini berpihak pada rakyat, Silpa itu dapat digunakan untuk membuka dan membangun jalan desa. Tapi kita semua tahu hal itu tidak dilakukan, kata Martua Sitanggang.
Kampanye calon Bupati Samosir nomor 6 itu dihibur artis Ibu kota, Rani Simbolon. Dalam setiap lagunya, tidak lupa Rani boru Simbolon mengingatkan massa untuk menggunakan hak pilihnya mencoblos nomor 6 dalam Pemilukada Samosir nanti. (T12/f)
TEKS FOTO:
Melambaikan Tangan : Dari kir ke kanan, Ketua Punguan Pomparan Raja Sitempang JP Sitanggang, calon wakil Bupati Samosir Mangiring Tamba, calon Bupati Samosir Martua Sitanggang, masing-masing didampingi istri melambaikan tangan kepada massa pendukung saat Rani Simbolon (paling kanan) menghibur dalam kampanye di Nainggolan, Rabu (26/5). (Foto SIB/Mahadi Sitanggang)
Calon Bupati Samosir : Calon Bupati Samosir Martua Sitanggang (pakai kacamata), terlihat akrab dengan massa pendukungnya sewaktu kampanye, Rabu (26/5), di Kecamatan Nainggolan. (Foto SIB/Mahadi Sitanggang)
Nomor 6 : Calon Bupati Samosir nomor 6, Martua Sitanggang/Mangiring Tamba didampingi istri saat kampanye di Nainggolan, Rabu (26/5). Kampanye kali ini dihadiri tokoh pendidikan nasional, Jorlin Pakpahan (paling kanan). (Foto SIB/Mahadi Sitanggang)
Jurkam Propinsi : Kampanye calon Bupati Samosir nomor 6, Martua Sitanggang/Mangiring Tamba di Nainggolan, Rabu (26/5), menghadirkan jurukampanye Propinsi Haposan Siallagan (pegang mic). (Foto SIB/Mahadi Sitanggang/f
Minggu, 30 Mei 2010
MAJU KE PILKADA SAMOSIR - Uskup Agung Medan “Berkati” Pasangan Tiar-Ias
User Rating: / 0
PoorBest Written by Redaksi Web
Saturday, 22 May 2010 10:49
Pasangan calon bupati-wakil bupati Samosir periode 2010-2015, Bachtiar Sitanggang-Jeremias Sinaga MM (Tiar-Ias) beberapa waktu yang lalu memohon doa restu Uskup Agung Medan Mgr DR AB Sinaga OFMCap.
Seperti dijelaskan Bachtiar kepada Global bahwa Uskup Agung Medan Mgr DR AB Sinaga OFMCap memuji niat baik pasangan Tiar-Ias untuk membangun Samosir lewat pencalonan diri sebagai bupati-wakil bupati Samosir.
Uskup mengatakan bahwa Keuskupan tidak boleh memihak (netral) ataupun mengkondisikan jemaat terhadap salah satu pasangan namun wajib mendoakan semua pasangan.
Selama ini Bachtiar telah berusaha memberikan yang terbaik bagi masyarakat Samosir. Di bidang sosial, Bachtiar tidak pernah sungkan ataupun pandang bulu untuk membantu sesama.
"Bukan karena ada unsur kepentingan. Tapi saya paling tidak bisa melihat orang lain kesusahan. Apalagi jika melihat orang tua menangis akibat ketidakmampuan," ujar Bahtiar.
Selain itu menyediakan pompanisasi air dari Danau Toba ke bak air ataupun tangki di perbukitan Samosir serta menyediakan kran air bagi tiap rumah yang membutuhkan. Demikian juga dengan pemasangan instalasi listrik untuk pompa air ataupun kekediaman penduduk.
Bachtiar selalu berpartisipasi dalam pembangunan rumah ibadah. Seperti memberikan bantuan ke salah satu gereja yang ada di Kabupaten Humbang Hasundutan. Demikian juga ke masjid.
Dalam bidang pertanian, memberikan bantuan bibit berbagai jenis macam tumbuhan yang bermanfaat bagi masyarakat semisal durian, alpokat. Dan untuk menjaga kelestarian lingkungan Bachtiar memberikan bibit pohon mahoni ataupun ingul.
Dari segi tenaga kerja, telah membuka pabrik roti di Samosir yang menampung kira-kira 250 tenaga kerja dan perusahaan miliknya yang bergerak dalam bisang angkutan juga mampu menampung tenaga kerja.
Bachtiar juga menyediakan speedboat ataupun kenderaan roda dua untuk menjangkau daerah terisolir serta memberikan bantuan mesin fogging untuk mencegah DBD ataupun vaksin rabies.
Bachtiar Sitanggang merupakan pemerhati dan peduli akan pendidikan dan mendedikasikan hidupnya untuk pengembangan dan pemberdayaan pendidikan dengan talenta dan minat para siswa asal Samosir ataupun di daerah lain seperti Tobasa.
Bachtiar telah mengajak kerja sama beberapa universitas untuk memberikan beasiswa bagi mahasiswa asal Samosir seperti Universitas Mpu Tantular, Universitas Bung Karno, STIE Medan dan Akper Sari Mutiara Medan.
Kepeduliannya terhadap Samosir ingin lebih dimaksimalkan dengan mencalonkan diri sebagai Bupati Samosir sehingga anggaran pemerintah benar-benar menyentuh masyarakat.
Bachtiar menjelaskan lebih lanjut bahwa dirinya bersama dengan Jeremias Sinaga sebagai calon wakil bupati akan berusaha mensejahterakan masyarakat. Samosir yang memiliki Danau Toba dan alam yang sangat indah yang masuk dalan 7 keajaiban dunia akan dijadikan sebagai tempat tujuan wisata.
TETTY NAIBAHO | GLOBAL | SAMOSIR
PoorBest Written by Redaksi Web
Saturday, 22 May 2010 10:49
Pasangan calon bupati-wakil bupati Samosir periode 2010-2015, Bachtiar Sitanggang-Jeremias Sinaga MM (Tiar-Ias) beberapa waktu yang lalu memohon doa restu Uskup Agung Medan Mgr DR AB Sinaga OFMCap.
Seperti dijelaskan Bachtiar kepada Global bahwa Uskup Agung Medan Mgr DR AB Sinaga OFMCap memuji niat baik pasangan Tiar-Ias untuk membangun Samosir lewat pencalonan diri sebagai bupati-wakil bupati Samosir.
Uskup mengatakan bahwa Keuskupan tidak boleh memihak (netral) ataupun mengkondisikan jemaat terhadap salah satu pasangan namun wajib mendoakan semua pasangan.
Selama ini Bachtiar telah berusaha memberikan yang terbaik bagi masyarakat Samosir. Di bidang sosial, Bachtiar tidak pernah sungkan ataupun pandang bulu untuk membantu sesama.
"Bukan karena ada unsur kepentingan. Tapi saya paling tidak bisa melihat orang lain kesusahan. Apalagi jika melihat orang tua menangis akibat ketidakmampuan," ujar Bahtiar.
Selain itu menyediakan pompanisasi air dari Danau Toba ke bak air ataupun tangki di perbukitan Samosir serta menyediakan kran air bagi tiap rumah yang membutuhkan. Demikian juga dengan pemasangan instalasi listrik untuk pompa air ataupun kekediaman penduduk.
Bachtiar selalu berpartisipasi dalam pembangunan rumah ibadah. Seperti memberikan bantuan ke salah satu gereja yang ada di Kabupaten Humbang Hasundutan. Demikian juga ke masjid.
Dalam bidang pertanian, memberikan bantuan bibit berbagai jenis macam tumbuhan yang bermanfaat bagi masyarakat semisal durian, alpokat. Dan untuk menjaga kelestarian lingkungan Bachtiar memberikan bibit pohon mahoni ataupun ingul.
Dari segi tenaga kerja, telah membuka pabrik roti di Samosir yang menampung kira-kira 250 tenaga kerja dan perusahaan miliknya yang bergerak dalam bisang angkutan juga mampu menampung tenaga kerja.
Bachtiar juga menyediakan speedboat ataupun kenderaan roda dua untuk menjangkau daerah terisolir serta memberikan bantuan mesin fogging untuk mencegah DBD ataupun vaksin rabies.
Bachtiar Sitanggang merupakan pemerhati dan peduli akan pendidikan dan mendedikasikan hidupnya untuk pengembangan dan pemberdayaan pendidikan dengan talenta dan minat para siswa asal Samosir ataupun di daerah lain seperti Tobasa.
Bachtiar telah mengajak kerja sama beberapa universitas untuk memberikan beasiswa bagi mahasiswa asal Samosir seperti Universitas Mpu Tantular, Universitas Bung Karno, STIE Medan dan Akper Sari Mutiara Medan.
Kepeduliannya terhadap Samosir ingin lebih dimaksimalkan dengan mencalonkan diri sebagai Bupati Samosir sehingga anggaran pemerintah benar-benar menyentuh masyarakat.
Bachtiar menjelaskan lebih lanjut bahwa dirinya bersama dengan Jeremias Sinaga sebagai calon wakil bupati akan berusaha mensejahterakan masyarakat. Samosir yang memiliki Danau Toba dan alam yang sangat indah yang masuk dalan 7 keajaiban dunia akan dijadikan sebagai tempat tujuan wisata.
TETTY NAIBAHO | GLOBAL | SAMOSIR
Kamis, 20 Mei 2010
KRB Ultah: Indonesia Perlu 45 Kebon Raya
Selasa, 18 Mei 2010 - 19:16 WIB
| More
KRB Ultah: Indonesia Perlu 45 Kebon Raya
BOGOR (Pos Kota) – Untuk menjaga konservasi dan menyelamatkan keanekaragaman hayati, Indonesia membutuhkan sedikitnya 45 kebun raya. Saat ini, Indonesia hanya baru memiliki empat kebun raya dan 17 kebun raya yang sedang dibangun, sehingga masih kurang sebanyak 23 kebun raya lagi.
Hal ini diungkapkan Wakil Ketua Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Pusat Lukman Hakim saat menyampaikan sambutan dalam perayaan ulang tahun Kebun Raya Bogor (KRB) ke 193 di areal KRB,Selasa (18/5) pagi.
Saat ini, kata Lukman, sudah ada 21 kebun raya yang tersebar di beberapa Provinsi di Indonesia. Dari ke-21 itu, empat diantaranya di bawah naungan LIPI, sedangkan sisanya dikelola oleh daerah masing-masing.
“Dengan jumlah kebun raya saat ini yang hanya baru dua puluhan, masih belum mencukupi untuk menampung keanekaragaman hayati di Indonesia,” katanya.
Ia mengakui, untuk mewujudkan atau membangun Kebun Raya sesuai dengan kebutuhan akan sangat menyedot dana yang sangat besar. LIPI sendiri katanya, tidak memiliki dana yang memadai untuk membangun semua kebun raya. Untuk itu, katanya, diharapkan adanya bantuan dari pemerintah pusat maupun daerah.
Saat ini katanya, sudah dilakukan kerjasama dengan tiga kabupaten di wilayah Indonesia untuk membangun kebun raya. Ke tiga wiilayah itu adalah Kabupaten Samosir, Lombok Timur dan Kuningan. Bentuk kerjasama dilakukan dengan penandatangan antara LIPI dengan tiga bupati dii wilayah tersebut.
Bupati Samosir, Sumatera Utara, Mangindar Simbolon, mengatakan rencana pembangunan kebun raya di Samosir akan segera dimulai.”Tergetnya selesai 10 tahun ke depan,” katanya.
Dia mengatakan, luas lahan yang akan dijadikan Kebun Raya di tempatnya mencapai 100 hektar dengan dana diperkirakan mencapai Rp 73 miliar. Dia mengatakan untuk pembangunan kebun raya itu bantuan penuh sangat diharapkan dari pihak pemerintah, mengingat tidak mungkin jika mengandalkan dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Samosir.
“APBD kita masih sangat kecil yakni hanya sebesar Rp. 351 miliar tiap tahun. Oleh karena itu, kami membutuhkan bantuan dari yang lainnya, terutama para pengusaha dan LIPI,” katanya.
Sementara itu Bupati Kuningan H Aang Hamid Suganda mengatakan, untuk keperluan pembangunan kebun raya, akan disiapkan lahan seluas 175 hektar. “Areal kebun raya itu terletak di sekitar Gunung Ciremai,” katanya.
Saat ini katanya, sudah ada 55 jenis tumbuhan yang akan mengisi menjadi koleksi kebun raya Kuningan.(yopi/dms)
| More
KRB Ultah: Indonesia Perlu 45 Kebon Raya
BOGOR (Pos Kota) – Untuk menjaga konservasi dan menyelamatkan keanekaragaman hayati, Indonesia membutuhkan sedikitnya 45 kebun raya. Saat ini, Indonesia hanya baru memiliki empat kebun raya dan 17 kebun raya yang sedang dibangun, sehingga masih kurang sebanyak 23 kebun raya lagi.
Hal ini diungkapkan Wakil Ketua Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Pusat Lukman Hakim saat menyampaikan sambutan dalam perayaan ulang tahun Kebun Raya Bogor (KRB) ke 193 di areal KRB,Selasa (18/5) pagi.
Saat ini, kata Lukman, sudah ada 21 kebun raya yang tersebar di beberapa Provinsi di Indonesia. Dari ke-21 itu, empat diantaranya di bawah naungan LIPI, sedangkan sisanya dikelola oleh daerah masing-masing.
“Dengan jumlah kebun raya saat ini yang hanya baru dua puluhan, masih belum mencukupi untuk menampung keanekaragaman hayati di Indonesia,” katanya.
Ia mengakui, untuk mewujudkan atau membangun Kebun Raya sesuai dengan kebutuhan akan sangat menyedot dana yang sangat besar. LIPI sendiri katanya, tidak memiliki dana yang memadai untuk membangun semua kebun raya. Untuk itu, katanya, diharapkan adanya bantuan dari pemerintah pusat maupun daerah.
Saat ini katanya, sudah dilakukan kerjasama dengan tiga kabupaten di wilayah Indonesia untuk membangun kebun raya. Ke tiga wiilayah itu adalah Kabupaten Samosir, Lombok Timur dan Kuningan. Bentuk kerjasama dilakukan dengan penandatangan antara LIPI dengan tiga bupati dii wilayah tersebut.
Bupati Samosir, Sumatera Utara, Mangindar Simbolon, mengatakan rencana pembangunan kebun raya di Samosir akan segera dimulai.”Tergetnya selesai 10 tahun ke depan,” katanya.
Dia mengatakan, luas lahan yang akan dijadikan Kebun Raya di tempatnya mencapai 100 hektar dengan dana diperkirakan mencapai Rp 73 miliar. Dia mengatakan untuk pembangunan kebun raya itu bantuan penuh sangat diharapkan dari pihak pemerintah, mengingat tidak mungkin jika mengandalkan dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Samosir.
“APBD kita masih sangat kecil yakni hanya sebesar Rp. 351 miliar tiap tahun. Oleh karena itu, kami membutuhkan bantuan dari yang lainnya, terutama para pengusaha dan LIPI,” katanya.
Sementara itu Bupati Kuningan H Aang Hamid Suganda mengatakan, untuk keperluan pembangunan kebun raya, akan disiapkan lahan seluas 175 hektar. “Areal kebun raya itu terletak di sekitar Gunung Ciremai,” katanya.
Saat ini katanya, sudah ada 55 jenis tumbuhan yang akan mengisi menjadi koleksi kebun raya Kuningan.(yopi/dms)
Selasa, 18 Mei 2010
Mahasiswa Samosir SU Dukung Pasangan Mantap
E-mail
User Rating: / 1
PoorBest
Written by Redaksi Web
Tuesday, 18 May 2010 09:04
Perhimpunan Mahasiswa Samosir Sumatera Utara (Perisai SU) menyatakan dukungan terhadap pasangan calon Bupati-Wakil Bupati Ir Mangindar Simbolon-Ir Mangadap Sinaga (Mantap).
Deklarasi tersebut dilaksanakan di Balai Seraphim Pangururan, Minggu (16/5). Perisai SU juga menyatakan akan menggunakan hak pilih, turut serta menggalang suara serta memilih nomor urut 2 (pasangan Mantap).
Dalam kesempatan tersebut Perisai SU menawarkan kontrak sosial kepada pasangan Mantap, di antaranya mengalokasikan dana APBD untuk pendidikan, memberikan beasiswa bagi putra-putri terbaik Samosir yang hendak kuliah, membangun akses sarana transportasi, menjamin pemerintahan yang bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) serta menjalankan pemerintahan yang berpihak kepada rakyat.
Ketua Badan Pengurus Harian (BPH) Perisai SU Andreas Sihotang mengatakan sebagai mahasiswa Perisai SU harus ambil bagian dan berperan serta dalam Pilkada Samosir 2010 untuk mencari pemimpin yang memiliki komitmen untuk membangun Samosir.
Para mahasiswa menilai bahwa Ir Mangindar Simbolon merupakan sosok pemimpin yang baik dan melihat terjadi perubahan yang signifikan di Samosir selama kepemimpinan Mangindar (2005-2010) serta memperoleh berbagai penghargaan baik se-Sumatera Utara maupun secara Nasional.
Ketua tim Pemenangan pasangan Mantap Manusun Sitanggang mengatakan bahwa terbentuknya Perisai SU berawal saat dianya mengajak beberapa mahasiswa untuk melihat dan menganalisis pembangunan yang telah ada.
Calon Bupati dari Pasangan Mantap Ir Mangindar Simbolon mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberika para mahasiswa tersebut. Ir Mangadap Sinaga berpesan kepada mahasiswa untuk rajin belajar dan seandainya terpilih, Mangadap setiap hari menerima mahasiswa dengan terbuka untuk berdiskusi demi kemajuan Kabupaten Samosir.
Masing-masing koordinator mahasiswa mewakili beberapa perguruan tinggi Sumatera Utara yang memberikan dukungannya, di antaranya Ronal Pasaribu (Pertanian USU), Jayan Tamba (Unimed), Hermanto Simbolon (Hukum UHN), Bosko Sinaga (Dharma Agung), Donggut Simbolon (Unika), Rolin Simalango (Sisingamangaraja), Nover Sinaga (PTKI), Bintang Nadeak (AMIK MBP), Nora Simalango (Medicom), Juan Gultom (ISTTP), Revnaldi Sitinjak (UMA), Roberton Simbolon (Politeknik Unika), Benny Simbolon (UHN Siantar), Darwin Situmorang (ITM), Putra Situmeang (Politeknik USU), Virgo Nainggolan (STMIK Triguna Dharma), Ricki Malau (Institut Pastoral Indonesia)
TETTY NAIBAHO | GLOBAL | SAMOSIR
User Rating: / 1
PoorBest
Written by Redaksi Web
Tuesday, 18 May 2010 09:04
Perhimpunan Mahasiswa Samosir Sumatera Utara (Perisai SU) menyatakan dukungan terhadap pasangan calon Bupati-Wakil Bupati Ir Mangindar Simbolon-Ir Mangadap Sinaga (Mantap).
Deklarasi tersebut dilaksanakan di Balai Seraphim Pangururan, Minggu (16/5). Perisai SU juga menyatakan akan menggunakan hak pilih, turut serta menggalang suara serta memilih nomor urut 2 (pasangan Mantap).
Dalam kesempatan tersebut Perisai SU menawarkan kontrak sosial kepada pasangan Mantap, di antaranya mengalokasikan dana APBD untuk pendidikan, memberikan beasiswa bagi putra-putri terbaik Samosir yang hendak kuliah, membangun akses sarana transportasi, menjamin pemerintahan yang bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) serta menjalankan pemerintahan yang berpihak kepada rakyat.
Ketua Badan Pengurus Harian (BPH) Perisai SU Andreas Sihotang mengatakan sebagai mahasiswa Perisai SU harus ambil bagian dan berperan serta dalam Pilkada Samosir 2010 untuk mencari pemimpin yang memiliki komitmen untuk membangun Samosir.
Para mahasiswa menilai bahwa Ir Mangindar Simbolon merupakan sosok pemimpin yang baik dan melihat terjadi perubahan yang signifikan di Samosir selama kepemimpinan Mangindar (2005-2010) serta memperoleh berbagai penghargaan baik se-Sumatera Utara maupun secara Nasional.
Ketua tim Pemenangan pasangan Mantap Manusun Sitanggang mengatakan bahwa terbentuknya Perisai SU berawal saat dianya mengajak beberapa mahasiswa untuk melihat dan menganalisis pembangunan yang telah ada.
Calon Bupati dari Pasangan Mantap Ir Mangindar Simbolon mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberika para mahasiswa tersebut. Ir Mangadap Sinaga berpesan kepada mahasiswa untuk rajin belajar dan seandainya terpilih, Mangadap setiap hari menerima mahasiswa dengan terbuka untuk berdiskusi demi kemajuan Kabupaten Samosir.
Masing-masing koordinator mahasiswa mewakili beberapa perguruan tinggi Sumatera Utara yang memberikan dukungannya, di antaranya Ronal Pasaribu (Pertanian USU), Jayan Tamba (Unimed), Hermanto Simbolon (Hukum UHN), Bosko Sinaga (Dharma Agung), Donggut Simbolon (Unika), Rolin Simalango (Sisingamangaraja), Nover Sinaga (PTKI), Bintang Nadeak (AMIK MBP), Nora Simalango (Medicom), Juan Gultom (ISTTP), Revnaldi Sitinjak (UMA), Roberton Simbolon (Politeknik Unika), Benny Simbolon (UHN Siantar), Darwin Situmorang (ITM), Putra Situmeang (Politeknik USU), Virgo Nainggolan (STMIK Triguna Dharma), Ricki Malau (Institut Pastoral Indonesia)
TETTY NAIBAHO | GLOBAL | SAMOSIR
Minggu, 16 Mei 2010
Kapoldasu: Banjir bandang Samosir akibat ‘illegal logging’
Warta - Kriminal & Pengadilan
SASTROY BANGUN
Redaktur Kriminal & Hukum
WASPADA ONLINE
MEDAN - Kapolda Sumut, Irjen Oegroseno menegaskan, banjir bandang dan longsor yang melanda desa Rassang Bosi dan desa Sabulan, kecamatan Sitio-tio, kabupaten Samosir, Kamis (29/4) lalu, disebabkan karena aksi para perambahan hutan (illegal logging).
“Kuat dugaan kita, penyebab musibah banjir bandang dan longsor di Samosir itu karena hutan daerah itu sudah rusak akibat illegal logging. Karena itu, harus menjadi perhatian serius kita,” tegas Kapolda kepada Waspada Online, Jumat (14/5).
Dikatakan jenderal berbintang dua itu, pemberantasan praktik illegal logging yang sudah jelas sangat meresahkan dan menyusahkan masyarakat, tidak bisa ditawar lagi. Sampai saat ini, tim terpadu masih melakukan penyelidikan di Samosir untuk menjerat pelakunya.Untuk itu, Poldasu akan serius menangani kasus ini dan menindak pelakunya dengan tegas.
Penyebab musibah banjir bandang yang sering terjadi di Sumut, merupakan dampak dari kerusakan hutan. Akibatnya, saat musim penghujan, hutan di daerah sekitarnya tidak mampu menampung curah hujan hingga berpotensi banjir dan tanah lonsor.
“Ya kalau saya lihat itu alamiah. Kalau hutan di daerah tersebut tidak rusak, pasti tidak akan menyebabkan musibah banjir ataupun lonsor,” sebutnya.
Sebelumnya, Poldasu sudah menetapkan tersangka sekaligus menahan kadishut Tobasa, Alden Napitupulu dan kadishut Pakpak Bharat, Sudjarwo karena diduga kuat terlibat dalam praktik illegal logging di daerahnya.
Editor: ANGGRAINI LUBIS
(dat04/wol-mdn)
SASTROY BANGUN
Redaktur Kriminal & Hukum
WASPADA ONLINE
MEDAN - Kapolda Sumut, Irjen Oegroseno menegaskan, banjir bandang dan longsor yang melanda desa Rassang Bosi dan desa Sabulan, kecamatan Sitio-tio, kabupaten Samosir, Kamis (29/4) lalu, disebabkan karena aksi para perambahan hutan (illegal logging).
“Kuat dugaan kita, penyebab musibah banjir bandang dan longsor di Samosir itu karena hutan daerah itu sudah rusak akibat illegal logging. Karena itu, harus menjadi perhatian serius kita,” tegas Kapolda kepada Waspada Online, Jumat (14/5).
Dikatakan jenderal berbintang dua itu, pemberantasan praktik illegal logging yang sudah jelas sangat meresahkan dan menyusahkan masyarakat, tidak bisa ditawar lagi. Sampai saat ini, tim terpadu masih melakukan penyelidikan di Samosir untuk menjerat pelakunya.Untuk itu, Poldasu akan serius menangani kasus ini dan menindak pelakunya dengan tegas.
Penyebab musibah banjir bandang yang sering terjadi di Sumut, merupakan dampak dari kerusakan hutan. Akibatnya, saat musim penghujan, hutan di daerah sekitarnya tidak mampu menampung curah hujan hingga berpotensi banjir dan tanah lonsor.
“Ya kalau saya lihat itu alamiah. Kalau hutan di daerah tersebut tidak rusak, pasti tidak akan menyebabkan musibah banjir ataupun lonsor,” sebutnya.
Sebelumnya, Poldasu sudah menetapkan tersangka sekaligus menahan kadishut Tobasa, Alden Napitupulu dan kadishut Pakpak Bharat, Sudjarwo karena diduga kuat terlibat dalam praktik illegal logging di daerahnya.
Editor: ANGGRAINI LUBIS
(dat04/wol-mdn)
Banjir Bandang Landa Samosir, Sekeluarga Hilang Terseret Banjir
Posted in Berita Utama by Redaksi on April 30th, 2010
diterjang
Samosir (SIB)
Banjir bandang menerjang dua desa di Kecamatan Sitio-tio Kabupaten Samosir, Kamis (29/4), sekira pukul 20.30 WIB. Di Desa Buntu Mauli Rassang Bosi tujuh rumah warga rusak parah diterjang banjir yang membawa bebatuan dan balok kayu. Lebih tragis, di Desa Sabulan, Lidya Tamba (48) beserta empat anaknya terseret banjir berikut rumah dan seisinya.
Marsaulina Situmorang (15) ditemukan penduduk sekitar sudah meregang nyawa di antara tumpukan bongkahan kayu sekira 300 M dari lokasi rumahnya. Sedangkan ibu korban, Lidya Tamba bersama tiga anaknya Samuel Ando (10), Pegang Hasudungan Situmorang (7), Marintan Situmorang (4) sampai saat ini dinyatakan hilang. Kuat dugaan keempat korban banjir bandang itu tertimbun di bawah bongkahan kayu dan batu yang dibawa banjir.
Satu korban terseret banjir, Halasan Tua Situmorang (13), berhasil selamat dari banjir bandang. Namun, korban dalam keadaan kritis dan segera dilarikan warga ke rumah sakit terdekat. Kakak korban, Juanda Situmorang (17) selamat dari amukan banjir karena tidak berada di rumah saat peristiwa naas itu.
Dari pantauan wartawan, di Buntu Mauli terlihat enam rumah rusak berat dan satu rusak ringan. Warga setempat masih terlihat cemas sembari berupaya menyelamatkan harta bendanya dibantu aparat dari TNI, Kepolisian dan instansi Pemkab Samosir.
Di Desa Sabulan, pencarian korban hilang terus dilakukan di tiga titik lokasi sepanjang sungai Sabulan. Tepat di jembatan, terlihat ketua DPRD Samosir Tongam Sitinjak, Sarochel Tamba, Kadis Kehutanan Rakhman Naibaho dibantu anggota TNI dan warga setempat terus membongkar bongkahan kayu dan batu besar dengan cara manual.
Camat Sitio-tio Mangihut Situmeang kepada wartawan mengatakan, pencarian korban hilang masih terus dilakukan. Namun diakui, pencarian korban sulit karena masih dilakukan sangat sederhana. Ditanya terkait banjir bandang dengan adanya pembalakan liar di hulu sungai, dia belum dapat memastikan.
Saya belum dapat pastikan karena belum melakukan monitoring. Namun saya tidak menyangkal kemungkinan ada atau tidak penebangan liar di sekitar hulu sungai. Sekarang ini masih fokus pada pencarian korban. Bantuan dari tim SAR Propinsi sudah dalam perjalanan kemari, jawab Mangihut.
Suara Banjir Seperti Suara Guruh
Warga sekitar rumah korban terseret banjir bandang di Desa Sabulan Kecamatan Sitiotio mengaku, saat banjir bandang datang diawali suara kuat seperti suara guruh. Suasana mencekam menyelimuti mereka di tengah derasnya hujan malam itu. Kondisi semakin diperburuk dengan padamnya aliran listrik.
Saya juga merasakan rumah kami goyang dan suara begitu kuat datang dari hulu sungai. Saya tidak tahu harus kemana karena saat itu hujan deras dan lampu mati. Saya hanya bisa berdoa dan tidak berani bergerak kemanapun, ujar salah satu Ibu boru Situmorang kepada wartawan.
Pemkab Samosir Beri Bantuan, PT TPL Bantu Rp 40 Juta
Pasca banjir bandang di Kecamatan Sitio-tio, bantuan mulai terlihat mengalir ke Desa Sabulan dan Buntu Mauli. Bantuan berupa sembako dari Pemkab Samosir terlihat diangkut kapal ke dua desa.
Setelah mendapat laporan banjir, beberapa pejabat malam itu juga langsung turun melihat kondisi sebenarnya. Saya baru tiba di lokasi setelah pukul 10.30 WIB, ujar Kabag Humas Pemkab Samosir Gomgom Naibaho. Sekira pukul 12.00, rombongan pejabat teras Pemkab Samosir mulai terlihat di Desa Sabulan. Di antaranya Sekdakab Tigor Simbolon dan jajarannya didampingi Istri Bupati Samosir Ny Artha Simbolon Br Sitinjak. Bantuan kemanusiaan juga secara spontan mengalir dari PT TPL. Perusahaan pulp itu memberikan bantuan beras, minyak goreng, gula, mie instan dan juga selimut satu bal.
“Kami langsung diperintahkan pimpinan untuk menyerahkan bantuan kemanusiaan ini. Totalnya sekira Rp 40 juta. Jika kemungkinan di lokasi masih diperlukan bentuk bantuan lain yang mungkin dapat kami berikan akan kami usahakan,” ujar Sangkan Tampubolon didampingi tim kehumasan TPL seperti Padmin Malau dan Batman Ritonga.
Ditanya kaitan banjir bandang dengan operasional PT TPL di hulu sungai, mereka tidak langsung membela diri. Mereka mengakui di hulu sungai itu memang ada lahan konsesi perusahaan namun sudah tidak ada kegiatan operasi sejak 2008.
Jika ditarik garis lurus, jaraknya sekira 15 Km ke lokasi konsensi perusahaan. Bahkan RKT perusahaan terakhir di sana sejak 2008 lalu. Jadi sejak itu tidak ada lagi penebangan oleh perusahaan, jelas Sangkan.
Ditanya apakah lokasi hutan yang berada di atas Desa Sabulan masih wilayah Pemkab Samosir, sesuai peta mereka wilayah itu bagian dari Kabupaten Humbang Hasundutan yang berbatasan dengan Kecamatan Sitio-tio.
Hal tidak berbeda dikatakan anggota DPRDSU Oloan Simbolon. Dia mengakui, daerah tepat di atas Desa Sabulan dan Buntu Mauli secara hukum sampai saat ini masih belum pasti masuk wilayah Samosir atau Humbahas.
Jadi jika ditanya apakah ada penggundulan hutan di sana dan siapa yang bertanggung jawab, kita harus cari kemana? Kalau kita bilang Humbahas atau Samosir mana dasar hukumnya. Persoalan tapal batas yang belum tuntas kedua daerah itu seharusnya segera diselesaikan. Kepada warga Samosir saya berharap berfokuslah memberikan bantuan semampunya kepada korban. Jangan mau dipolitisir oleh oknum-oknum tertentu terlebih menjelang Pemilukada Samosir. Kita sedang berduka, duka yang dalam, terang Oloan Simbolon.
DPRDSU Desak Gubsu Salurkan Bantuan dan Obat
Kalangan DPRD Sumut mendesak Gubsu H Syamsul Arifin SE segera menyalurkan bantuan, berupa bahan makanan maupun obat-obatan terhadap korban banjir bandang di Desa Buntu Mauli dan Desa Sabulan Kecamatan Sitio-tio Kabupaten Samosir yang mengakibatkan 1 orang warga tewas, 4 orang hanyut ke Danau Toba serta menghancurkan 7 rumah penduduk.
Desakan itu dilontarkan anggota Komisi A DPRD Sumut yang juga anggota dewan Dapil (daerah pemilihan) VIII Wilayah Tapanuli Oloan Simbolon, ST didampingi Asisten I Pemerintahan Pemkab Samosir Drs Ombang Siboro MSi kepada wartawan, Jumat (30/4) di DPRD Sumut menanggapi bencana alam banjir bandang di Kabupaten Samosir.
“Gubsu harus sesegera mungkin menyalurkan bantuan terhadap masyarakat korban banjir bandang di Samosir, baik berupa makanan, obat-obatan, tim SAR guna mencari korban yang hanyut ke Danau Toba, maupun tim medis, demi membantu masyarakat yang sedang ditimpa musibah,” ujar Oloan Simbolon sembari mengungkapkan kesedihan dan keprihatinannya.
Dalam kesempatan itu, Oloan yang juga Ketua DPD PPD (Partai Persatuan Daerah) Sumut ini juga terus bergerak cepat melakukan penggalangan bantuan bagi masyarakat Samosir, dengan mengetuk hati seluruh anggota DPRD Sumut sekaligus berkordinasi dengan pimpinan dewan maupun fraksi agar setiap anggota dewan dipotong honornya pada bulan Mei Rp500.000/orang.
“Memang sudah menjadi kebiasaan bagi anggota DPRD Sumut, setiap ada bencana alam yang menimpa masyarakat, diberikan bantuan ala kadarnya yang dipotong dari honor anggota dewan itu sendiri. Hal ini juga telah dilakukan ketika terjadi bencana alam di Madina maupun Kabupaten Dairi,” tegas anggota F-PPRN ini.
Diakui Oloan, terjadinya bencana alam banjir bandang di Samosir, tidak terlepas dari adanya aksi perambahan kawasan hutan di atas bukit di kedua desa (Desa Buntu Mauli dan Desa Sabulan) yang dilakukan oleh oknum masyarakat, sehingga ketika hujan turun, struktur tanah menjadi labil dan tidak tahan lagi menahan genangan air.
“Yang menjadi persoalan sekarang, lokasi kawasan bencana alam ini tidak jelas apakah masuk wilayah Kabupaten Samosir maupun Kabupaten Humbang Hasundutan, sebab tapal batas kedua wilayah ini hingga kini belum jelas. Karena itu, kita minta Pempropsu segera turun tangan menuntaskan soal tata ruang kedua kabupaten dimaksud,” jelasnya.
Mantan Wakil Ketua DPRD Samosir ini juga mengimbau kepada masyarakat Samosir agar jangan mudah terprovokasi oleh oknum-oknum yang ingin memanfaatkan situasi dengan menghembuskan berbagai macam isu negatif untuk mencari keuntungan pribadi maupun golongan di saat masyarakat sedang berduka atau biasa disebut memancing di air keruh.
“Masyarakat jangan percaya, isu-isu yang menyatakan bahwa terjadinya bencana alam di Samosir diakibatkan oleh pengusaha HPH (hak pengusahaan hutan) di kawasan hutan Register 41 Blok Sitonggi-tonggi. Itu tidak benar, tidak ada kaitannya hutan Register 41 Blok Sitonggi-tonggi dengan bencana di Desa Buntu Mauli dan Sabulan, karena lokasinya sangat berjauhan dan bukan satu bukit,” tegas Oloan.
Dishut Teliti Lokasi Banjir
Sementara itu Kadis Kehutanan Pempropsu Sumut Ir JB Siringoringo setibanya dari Jakarta yang dihubungi SIB melalui telepon terkait banjir tersebut mengatakan, begitu mendengar kabar banjir bandang tersebut pihaknya langsung meneliti lokasi terjadinya banjir dan daerah sungai di
diterjang
Samosir (SIB)
Banjir bandang menerjang dua desa di Kecamatan Sitio-tio Kabupaten Samosir, Kamis (29/4), sekira pukul 20.30 WIB. Di Desa Buntu Mauli Rassang Bosi tujuh rumah warga rusak parah diterjang banjir yang membawa bebatuan dan balok kayu. Lebih tragis, di Desa Sabulan, Lidya Tamba (48) beserta empat anaknya terseret banjir berikut rumah dan seisinya.
Marsaulina Situmorang (15) ditemukan penduduk sekitar sudah meregang nyawa di antara tumpukan bongkahan kayu sekira 300 M dari lokasi rumahnya. Sedangkan ibu korban, Lidya Tamba bersama tiga anaknya Samuel Ando (10), Pegang Hasudungan Situmorang (7), Marintan Situmorang (4) sampai saat ini dinyatakan hilang. Kuat dugaan keempat korban banjir bandang itu tertimbun di bawah bongkahan kayu dan batu yang dibawa banjir.
Satu korban terseret banjir, Halasan Tua Situmorang (13), berhasil selamat dari banjir bandang. Namun, korban dalam keadaan kritis dan segera dilarikan warga ke rumah sakit terdekat. Kakak korban, Juanda Situmorang (17) selamat dari amukan banjir karena tidak berada di rumah saat peristiwa naas itu.
Dari pantauan wartawan, di Buntu Mauli terlihat enam rumah rusak berat dan satu rusak ringan. Warga setempat masih terlihat cemas sembari berupaya menyelamatkan harta bendanya dibantu aparat dari TNI, Kepolisian dan instansi Pemkab Samosir.
Di Desa Sabulan, pencarian korban hilang terus dilakukan di tiga titik lokasi sepanjang sungai Sabulan. Tepat di jembatan, terlihat ketua DPRD Samosir Tongam Sitinjak, Sarochel Tamba, Kadis Kehutanan Rakhman Naibaho dibantu anggota TNI dan warga setempat terus membongkar bongkahan kayu dan batu besar dengan cara manual.
Camat Sitio-tio Mangihut Situmeang kepada wartawan mengatakan, pencarian korban hilang masih terus dilakukan. Namun diakui, pencarian korban sulit karena masih dilakukan sangat sederhana. Ditanya terkait banjir bandang dengan adanya pembalakan liar di hulu sungai, dia belum dapat memastikan.
Saya belum dapat pastikan karena belum melakukan monitoring. Namun saya tidak menyangkal kemungkinan ada atau tidak penebangan liar di sekitar hulu sungai. Sekarang ini masih fokus pada pencarian korban. Bantuan dari tim SAR Propinsi sudah dalam perjalanan kemari, jawab Mangihut.
Suara Banjir Seperti Suara Guruh
Warga sekitar rumah korban terseret banjir bandang di Desa Sabulan Kecamatan Sitiotio mengaku, saat banjir bandang datang diawali suara kuat seperti suara guruh. Suasana mencekam menyelimuti mereka di tengah derasnya hujan malam itu. Kondisi semakin diperburuk dengan padamnya aliran listrik.
Saya juga merasakan rumah kami goyang dan suara begitu kuat datang dari hulu sungai. Saya tidak tahu harus kemana karena saat itu hujan deras dan lampu mati. Saya hanya bisa berdoa dan tidak berani bergerak kemanapun, ujar salah satu Ibu boru Situmorang kepada wartawan.
Pemkab Samosir Beri Bantuan, PT TPL Bantu Rp 40 Juta
Pasca banjir bandang di Kecamatan Sitio-tio, bantuan mulai terlihat mengalir ke Desa Sabulan dan Buntu Mauli. Bantuan berupa sembako dari Pemkab Samosir terlihat diangkut kapal ke dua desa.
Setelah mendapat laporan banjir, beberapa pejabat malam itu juga langsung turun melihat kondisi sebenarnya. Saya baru tiba di lokasi setelah pukul 10.30 WIB, ujar Kabag Humas Pemkab Samosir Gomgom Naibaho. Sekira pukul 12.00, rombongan pejabat teras Pemkab Samosir mulai terlihat di Desa Sabulan. Di antaranya Sekdakab Tigor Simbolon dan jajarannya didampingi Istri Bupati Samosir Ny Artha Simbolon Br Sitinjak. Bantuan kemanusiaan juga secara spontan mengalir dari PT TPL. Perusahaan pulp itu memberikan bantuan beras, minyak goreng, gula, mie instan dan juga selimut satu bal.
“Kami langsung diperintahkan pimpinan untuk menyerahkan bantuan kemanusiaan ini. Totalnya sekira Rp 40 juta. Jika kemungkinan di lokasi masih diperlukan bentuk bantuan lain yang mungkin dapat kami berikan akan kami usahakan,” ujar Sangkan Tampubolon didampingi tim kehumasan TPL seperti Padmin Malau dan Batman Ritonga.
Ditanya kaitan banjir bandang dengan operasional PT TPL di hulu sungai, mereka tidak langsung membela diri. Mereka mengakui di hulu sungai itu memang ada lahan konsesi perusahaan namun sudah tidak ada kegiatan operasi sejak 2008.
Jika ditarik garis lurus, jaraknya sekira 15 Km ke lokasi konsensi perusahaan. Bahkan RKT perusahaan terakhir di sana sejak 2008 lalu. Jadi sejak itu tidak ada lagi penebangan oleh perusahaan, jelas Sangkan.
Ditanya apakah lokasi hutan yang berada di atas Desa Sabulan masih wilayah Pemkab Samosir, sesuai peta mereka wilayah itu bagian dari Kabupaten Humbang Hasundutan yang berbatasan dengan Kecamatan Sitio-tio.
Hal tidak berbeda dikatakan anggota DPRDSU Oloan Simbolon. Dia mengakui, daerah tepat di atas Desa Sabulan dan Buntu Mauli secara hukum sampai saat ini masih belum pasti masuk wilayah Samosir atau Humbahas.
Jadi jika ditanya apakah ada penggundulan hutan di sana dan siapa yang bertanggung jawab, kita harus cari kemana? Kalau kita bilang Humbahas atau Samosir mana dasar hukumnya. Persoalan tapal batas yang belum tuntas kedua daerah itu seharusnya segera diselesaikan. Kepada warga Samosir saya berharap berfokuslah memberikan bantuan semampunya kepada korban. Jangan mau dipolitisir oleh oknum-oknum tertentu terlebih menjelang Pemilukada Samosir. Kita sedang berduka, duka yang dalam, terang Oloan Simbolon.
DPRDSU Desak Gubsu Salurkan Bantuan dan Obat
Kalangan DPRD Sumut mendesak Gubsu H Syamsul Arifin SE segera menyalurkan bantuan, berupa bahan makanan maupun obat-obatan terhadap korban banjir bandang di Desa Buntu Mauli dan Desa Sabulan Kecamatan Sitio-tio Kabupaten Samosir yang mengakibatkan 1 orang warga tewas, 4 orang hanyut ke Danau Toba serta menghancurkan 7 rumah penduduk.
Desakan itu dilontarkan anggota Komisi A DPRD Sumut yang juga anggota dewan Dapil (daerah pemilihan) VIII Wilayah Tapanuli Oloan Simbolon, ST didampingi Asisten I Pemerintahan Pemkab Samosir Drs Ombang Siboro MSi kepada wartawan, Jumat (30/4) di DPRD Sumut menanggapi bencana alam banjir bandang di Kabupaten Samosir.
“Gubsu harus sesegera mungkin menyalurkan bantuan terhadap masyarakat korban banjir bandang di Samosir, baik berupa makanan, obat-obatan, tim SAR guna mencari korban yang hanyut ke Danau Toba, maupun tim medis, demi membantu masyarakat yang sedang ditimpa musibah,” ujar Oloan Simbolon sembari mengungkapkan kesedihan dan keprihatinannya.
Dalam kesempatan itu, Oloan yang juga Ketua DPD PPD (Partai Persatuan Daerah) Sumut ini juga terus bergerak cepat melakukan penggalangan bantuan bagi masyarakat Samosir, dengan mengetuk hati seluruh anggota DPRD Sumut sekaligus berkordinasi dengan pimpinan dewan maupun fraksi agar setiap anggota dewan dipotong honornya pada bulan Mei Rp500.000/orang.
“Memang sudah menjadi kebiasaan bagi anggota DPRD Sumut, setiap ada bencana alam yang menimpa masyarakat, diberikan bantuan ala kadarnya yang dipotong dari honor anggota dewan itu sendiri. Hal ini juga telah dilakukan ketika terjadi bencana alam di Madina maupun Kabupaten Dairi,” tegas anggota F-PPRN ini.
Diakui Oloan, terjadinya bencana alam banjir bandang di Samosir, tidak terlepas dari adanya aksi perambahan kawasan hutan di atas bukit di kedua desa (Desa Buntu Mauli dan Desa Sabulan) yang dilakukan oleh oknum masyarakat, sehingga ketika hujan turun, struktur tanah menjadi labil dan tidak tahan lagi menahan genangan air.
“Yang menjadi persoalan sekarang, lokasi kawasan bencana alam ini tidak jelas apakah masuk wilayah Kabupaten Samosir maupun Kabupaten Humbang Hasundutan, sebab tapal batas kedua wilayah ini hingga kini belum jelas. Karena itu, kita minta Pempropsu segera turun tangan menuntaskan soal tata ruang kedua kabupaten dimaksud,” jelasnya.
Mantan Wakil Ketua DPRD Samosir ini juga mengimbau kepada masyarakat Samosir agar jangan mudah terprovokasi oleh oknum-oknum yang ingin memanfaatkan situasi dengan menghembuskan berbagai macam isu negatif untuk mencari keuntungan pribadi maupun golongan di saat masyarakat sedang berduka atau biasa disebut memancing di air keruh.
“Masyarakat jangan percaya, isu-isu yang menyatakan bahwa terjadinya bencana alam di Samosir diakibatkan oleh pengusaha HPH (hak pengusahaan hutan) di kawasan hutan Register 41 Blok Sitonggi-tonggi. Itu tidak benar, tidak ada kaitannya hutan Register 41 Blok Sitonggi-tonggi dengan bencana di Desa Buntu Mauli dan Sabulan, karena lokasinya sangat berjauhan dan bukan satu bukit,” tegas Oloan.
Dishut Teliti Lokasi Banjir
Sementara itu Kadis Kehutanan Pempropsu Sumut Ir JB Siringoringo setibanya dari Jakarta yang dihubungi SIB melalui telepon terkait banjir tersebut mengatakan, begitu mendengar kabar banjir bandang tersebut pihaknya langsung meneliti lokasi terjadinya banjir dan daerah sungai di
Kakan KB Samosir Terima Penghargaan IBLA 2010
E-mail
User Rating: / 0
PoorBest
Written by Redaksi Web
Thursday, 13 May 2010 07:11
Kepala Kantor (Kakan) Keluarga Berencana (KB) Pemkab Samosir, Drs Emron Turnip menerima penghargaan "International Best Leadership Award 2010", dari IHRDP Jakarta, di The Ballroom Lumire Hotel, Jakarta, pada Jumat (7/5) lalu.
"Sesungguhnya saya terkejut menerima undangan dari IHRDP Jakarta. Saya tidak tahu kapan dinilai karena tidak pernah bertemu langsung dengan mereka di Samosir" ungkap Emron Turnip, di ruang kerjanya, Rabu (12/5).
Setelah pihaknya mengkonfirmasi, IHRDP menjelaskan bahwa mereka menilai berdasarkan wawancara kepada masyarakat, LSM, pers dan sumber lainnya. Emron merupakan satu dari 20 penerima penghargaan itu.
Drs Emron Turnip menjelaskan bahwa maksud dan tujuan pemberian penghargaan tersebut seperti yang diungkapkan Gene Vinsent S selaku Executive Chairman IHRDP adalah sebagai suatu ajang informasi dan komunikasi serta menampilkan peran serta aktif masyarakat yang telah nyata memberikan sumbangan bentuk gagasan inovatif dan karya prestasi dalam mengisi pembangunan bangsa Indonesia.
Lebih lanjut Emron Turnip menjelaskan, bahwa ada 8 kriteria penilaian yang diterapkan oleh IHRDP. Di antaranya memiliki etos kerja yang tinggi, mampu meningkatkan kualitas dan produktivitas SDM, mampu meningkatkan harkat dan martabat manusia serta memperkuat jati diri dan kepribadiannya.
"Mungkin pihak IHRDP menemukan kriteria tersebut dalam keseharian saya. Saya mengucapkan terima kasih kepada IHRDP. Saya berharap prestasi tersebut dapat lebih ditingkatkan pada masa-masa yangakan datang," harap Turnip yang pada April 2010 yang lalu juga telah menerima penghargaan Silver Award 2010 dari IHRDP.
TETTY NAIBAHO | GLOBAL | SAMOSIR
User Rating: / 0
PoorBest
Written by Redaksi Web
Thursday, 13 May 2010 07:11
Kepala Kantor (Kakan) Keluarga Berencana (KB) Pemkab Samosir, Drs Emron Turnip menerima penghargaan "International Best Leadership Award 2010", dari IHRDP Jakarta, di The Ballroom Lumire Hotel, Jakarta, pada Jumat (7/5) lalu.
"Sesungguhnya saya terkejut menerima undangan dari IHRDP Jakarta. Saya tidak tahu kapan dinilai karena tidak pernah bertemu langsung dengan mereka di Samosir" ungkap Emron Turnip, di ruang kerjanya, Rabu (12/5).
Setelah pihaknya mengkonfirmasi, IHRDP menjelaskan bahwa mereka menilai berdasarkan wawancara kepada masyarakat, LSM, pers dan sumber lainnya. Emron merupakan satu dari 20 penerima penghargaan itu.
Drs Emron Turnip menjelaskan bahwa maksud dan tujuan pemberian penghargaan tersebut seperti yang diungkapkan Gene Vinsent S selaku Executive Chairman IHRDP adalah sebagai suatu ajang informasi dan komunikasi serta menampilkan peran serta aktif masyarakat yang telah nyata memberikan sumbangan bentuk gagasan inovatif dan karya prestasi dalam mengisi pembangunan bangsa Indonesia.
Lebih lanjut Emron Turnip menjelaskan, bahwa ada 8 kriteria penilaian yang diterapkan oleh IHRDP. Di antaranya memiliki etos kerja yang tinggi, mampu meningkatkan kualitas dan produktivitas SDM, mampu meningkatkan harkat dan martabat manusia serta memperkuat jati diri dan kepribadiannya.
"Mungkin pihak IHRDP menemukan kriteria tersebut dalam keseharian saya. Saya mengucapkan terima kasih kepada IHRDP. Saya berharap prestasi tersebut dapat lebih ditingkatkan pada masa-masa yangakan datang," harap Turnip yang pada April 2010 yang lalu juga telah menerima penghargaan Silver Award 2010 dari IHRDP.
TETTY NAIBAHO | GLOBAL | SAMOSIR
Langganan:
Postingan (Atom)