Minggu, 16 Mei 2010

Hutan Penyangga Danau Toba Rusak Parah


Selasa, 11 Mei 2010 20:39 WIB | Warta Bumi | Masalah Lingkungan | Dibaca 1302 kali
Hutan Penyangga Danau Toba Rusak Parah
Danau Toba/ilustrasi. (istimewa)
Medan (ANTARA News) - Earth of Society Danau Toba (ESDT) menilai sebagian besar hutan penyangga di sekitar kawasan Danau Toba di Sumatra Utara rusak parah akibat banyaknya kegiatan pemanfaatan hutan.

"Kalau dihitung secara kasar, hampir 70 persen hutan di sekitar Danau Toba telah rusak," kata Ketua ESDT, Mangaliat Simarmata, di Medan, Selasa.

Mangaliat mengatakan, banyak faktor yang menyebabkan hampir sebagian besar hutan penyangga Danau Toba itu menjadi rusak.

Di antaranya, kata dia, adanya kegiatan pertambangan, praktik pembalakan liar, dan pemanfaatan hutan oleh PT Toba Pulp Lestari (TPL) yang dulu dikenal dengan PT Inti Indorayon Utama.

Kerusakan hutan penyangga itu menyebabkan sebagian besar daerah yang berada di sekitar kawasan Danau Toba menjadi rawan terhadap bencana alam seperti banjir bandang dan longsor.

Ia mencontohkan musibah banjir bandang yang terjadi di Desa Sabulan dan Desa Rangsang Bosi, Kecamatan Sitio-tio Kabupaten Samosir pada 29 April 2010. Dalam banjir itu, terlihat cukup banyak bebatuan dan potongan kayu yang ikut hanyut karena tidak mampu menahan jumlah air yang banyak akibat menerima curah hujan cukup tinggi.

Pihaknya telah memperkirakan sejak lama jika musibah seperti itu akan terjadi karena daerah di sekitar Danau Toba sudah rawan disebabkan tidak didukung penyangga hutan yang memadai.

"Bencana di daerah sekitar kawasan Danau Toba hanya menunggu waktu," kata aktivis Perhimpunan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat Sumut (Bakumsu) itu.

Contoh lain, kata Mangaliat, dapat dilihat dari keberadaan 11 anak sungai yang hulunya berasal Kabupaten Dairi yang digunakan sebagai penggerak turbin Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Lau Renun.

Dalam observasi awal proyek PLTA Lau Renun itu, keberadaan debit air di 11 anak sungai tersebut memadai untuk menggerak turbin pembangkit listrik sehingga proyek itu dicanangkan.

Namun, seiring dengan perjalanan waktu dan banyaknya kerusakan hutan, debit air di 11 anak sungai itu menurun sehingga tidak mencukupi untuk menggerak turbin pembangkit listrik.

"Akibatnya, proyek PLTA Lau Renun belum dapat dilaksanakan hingga saat ini," katanya.

Selaku putera Desa Lumban Susuhi Kecamatan Pangururan, Samosir, Mangaliat Simarmata mengaku heran dengan dibiarkannya pemanfaatan hutan, termasuk hutan lindung yang menjadi penyangga Danau Toba.

Ia mencontohkan kawasan hutan lindung yang berada sekitar 10 Km di atas di Kecamatan Sitio-tio yang sekitar 2.600 hektare dimanfaatkan menjadi hutan tanaman industri (HTI) PT TPL.

"Aneh, itu kan hutan lindung, tapi ada HPH-nya," kata Mangaliat.

Sebelumnya, musibah banjir bandang terjadi di Desa Rangsang Bosi dan Desa Sabulan, Sitio-tio, Samosir pada Kamis (29/4) malam sekitar pukul 21.00 WIB.

Akibat musibah itu, lima warga Samosir, Marsaulina boru Situmorang (15), Lidya boru Tamba (48), Marintan Rumada Situmorang (4), Pegang Hasudungan Situmorang (9) dan Samuel Aldo Situmorang (10) hanyut dibawa air.

Dalam pencarian yang dilakukan pihak kepolisian, Marsaulina boru Situmorang dan Lidya boru Tamba berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
(T.I023/H-KWR/P003)

DEBAT PASANGAN CALON BUPATI Samosir -

E-mail
User Rating: / 0
PoorBest
Written by Redaksi Web
Saturday, 15 May 2010 04:35

Untuk mendapatkan pemimpin yang berjiwa pelayan dan mengabdikan diri sepenuhnya untuk rakyat di Kabupaten Samosir bukan perkerjaan mudah, namun membutuhkan kerja keras bagi semua elemen masyarakat Samosir, tidak terkecuali bagi Formapas (Forum Mahasiswa Pemuda Asal Samosir) dan KNPI Samosir.


Kedua lembaga tersebut mengadakan Debat Calon Bupat-Calon Wakil Bupati Samsoir Periode 2010-2015 di Aula Paroki Panguguran, Jumat (14/5) dengan panelis DR Ir Parulian Simanjuntak MA (Bidang Ekonomi), Drs Samse Pandiangan MSc PhD (Bidang Pertanian) DR Sahat Siagian MPd (Bidang Pendidikan) dan Osriel Limbong, SPd sebagai moderator.


Namun debat (dialog publik) tersebut membuat masyarakat kecewa. Karena dari 7 pasangan calon hanya 2 yang hadir yakni pasangan Rimso Maruli Sinaga-Anser Naibaho (Naga Baho) dan Bachtiar Sitanggang (Tiar - Ias) tanpa didampingi calon wakilnya.


Ketua Panitia Saut Sagala SE mengutarakan kekecewaannya namun tetap berharap agar masyarakat bijak memilih siapa yang akan menjadi pemimpinnya dan berharap dengan debat yang dilakukan masyarkat akan mengetahui konsep apa yang terbaik dari pada kandidat untuk membangun Samosir.


Sementara itu dari undangan (masyarakat) Gimbet Situmorang mengungkapkan kekecewaannya karena ketidakhadiran 5 calon yang lain. Sedangkan memberi waktu untuk hadir dalam debat ini para calon sudah tidak bisa meluangkan waktu. Bagaimana masyarakat akan mempercayai para calon untuk memimpin untuk meluangkan waktu buat rakyat para calon tidak bisa.


"Kurang etis jika saya mengatakan bahwa hanya 2 calon yang hadir, mereka berdua saja yang dipilih oleh rakyat. Kedua pasangan ini saja yang berdamai," ujar Gimbet.


Sebelum acara debat dimulai, Moderator Osriel Limbong mengatakan bahwa pasangan Mangindar Simbolon-Mangadap Sinaga berhalangan hadir karena Mangindar mengikuti pertemuan para kepala daerah se-kawasan Danau Toba dengan Gubernur Sumatera Utara. Hal tersebut diperkuat dengan fax dari kegubernuran. Sementara 4 pasangan lain tidak hadir tanpa pemberitahuan sementara surat telah disampaikan.


Dalam sesi pertama setelah pemaparan visi misi kedua pasangan langsung diberi pertanyaan dan analisis oleh para panelis. Dilanjutkan dengan pertanyaan dari masyarakat ke calon bupati dan wakil bupati dan panelis tetap memberikan analisisnya.


Bahtiar Sitanggang menjelaskan visinya adalah agar terwujudnya masyarakat sejahtera, indah dan berbudaya. Bahtiar juga menjelaskan berbagai kegiatan yang telah dilakukannya untuk membantu masyarakat Samosir seperti pemasanagan pipa dan pompa air, hand tractor, pemberian bibit pohon serta pemberian beasiswa bagi pelajar asal Samosir dan telah bekerja sama dengan beberapa perguruan tinggi.


Bachtiar Sitanggang mengatakan bahwa jika dia terpilih dia akan membangun Samosir terutama dalam bidang pendidikan, pertanian dan pariwisata.


Sementara itu Pasangan Naga Baho dengan misi membangun sumber daya manusia, ekonomi kerakyatan, membangun infrastruktur yang berkualitas dan menjadi pemimpin yang jujur, bersih, dan takut akan Tuhan serta bebas dari korupsi.



TETTY NAIBAHO | GLOBAL | SAMOSIR

Jumat, 07 Mei 2010

Banjir Bandang di Pulau Samosir, 1 Tewas 4 Hilang

Cetak Email
Samosir, (Analisa)

Banjir bandang terjadi di Desa Buntu Mauli dan Desa Sabulan kecamatan Sitiotio Kabupaten Pulau Samosir, Kamis (29/4) pukul 20.30 WIB mengakibatkan 1 orang tewas dan 4 orang lainnya hilang dan 7 rumah rusak parah di Desa Buntu Mauli serta 1 rumah di Desa Sabulan hanyut ke Danau Toba terbawa arus banjir bersama 6 orang penghuninya.

Sebelumnya, 1 orang korban tewas Marsaulina br Situmorang, ditemukan sekitar 300 meter dari rumahnya. sementara 4 orang yang dinyatakan hilang hingga berita ini dikirimkan malan tadi ke redaksi masih dalam pencarian masyarakat setempat, Linmas, pihak Koramil dan kepolisian setempat.

Sementara, korban yang dinyatakan hilang menurut keterangan keterangan keluarga Jaloma Situmorang (46) masing masing Lidia boru Tamba (48), Samuel Situmorang (9), Halastua Situmorang (13), Tiopan Situmorang aloas Pegang (5).

Sementara Halastua Situmorang ditemukan dalam keadaan kritis sekira 400 meter dari lokasi rumah dan saat ini dibawa ke Rumah Sakit Umum Hadrianus Pangururan untuk mendapatkan perawatan perawatan intensif.

Menurut Magda Sitinjak (50) mengaku bingung, gugup saat menghadapi musibah malam itu karena suara air bercampur bebatuan itu cukup kuat dan dibarengi goyangan seperti gempa apalagi listrik langsung padam. Malam itu juga warga masyarakat sudah banyak yang mengungsi menyeberang dengan menaiki kapal akibat guyuran hujan yang cukup deras.

Rumah yang rusak akibat terjagan banjir bandang di Desa Buntu Mauli masing masing milik A Wendi Sinaga, A Paska Sinaga, N Saur boru Sinaga, A Ester Sinaga, A Dame Sinaga dan A Jonson Sinaga.

Bantuan

Guna meringankan beban korban melalui kehumasan PT TPL yang dihadiri Sangkan Tampubolon, Betmen Ritonga, Patmen Malau, Simon Sidabukke dan Pahotton Lumbangaol, memberikan bantuan berupa satu bal selimut, beras 30 sak, minyak goreng 85 kg dan gula 70 kg, Mie Instan 30 kardus.

Liputan wartawan dalam pencarian korban terlihat Sekda Tigor Simbolon, ketua DPRD Samosir Tongam Sitinjak dan anggota DPRD Jonni Sihotang, Tuaman Sagala dan lainya serta sejumlah pimpinan SKPD Pemkab Pulau Samosir. (tps)

Sabtu, 03 April 2010

Pemkab Samosir Perkenalkan Sejumlah Obyek Wisata Kepada Para Investor di PRSU

Posted in Pariwisata by Redaksi on Maret 28th, 2010

Medan (SIB)
Paviliun Pemkab Samosir, perkenalkan sejumlah obyek wisata kepada sejumlah pengunjung dan juga kepada sejumlah investor Timur Tengah yang berkunjung ke PRSU (Pekan Raya Sumatera Utara) ke-39 di Jalan Gatot Subroto Medan. Pengunjung dan para investor tersebut sangat tertarik dengan sejumlah obyek wisata yang ada di kawasan pulau Samosir. Begitu juga asal mula tongkat tunggal panaluan.
Hal tersebut disampaikan Firmansyah Siregar petugas Paviliun Pamkab Samosir di PRSU, Kamis (25/3) kepada wartawan.
Adapun kawasan obyek wisata yang diperkenalkan katanya, antara lain, kawasan Simanindo, Tuktuk Tomok, Pusuk Buhit, Sitio-tio, Ronggur Nihuta, Onan Runggu Nainggolan, Palipi, Pangururan dan Harian. “Wisata Simanindo ada 7 lokasi yang bisa dikunjungi, yakni: Goa Pogu, museum Huta Bolon, Batu Marhosa (fenomena alam batu seperti bernafas), Gua Marlakkop, Aek Natonang, Pulo Tao, dan Batu Parsidangan. Di Tuktuk Tomok ada 3 lokasi yakni: gedung kesenian, makam raja Sidabutar, Bukit Beta. Wisata Pusuk Buhit ada 4 lokasi, yaitu Batu Hobon, Aek Sipitudai, Perkampungan Batak, dan Pusuk Buhit Mulajadi Nabolon. Kemudian kawasan Sitio-Tio ada 3 lokasi, yaitu: Mata air Datu Parngongo, Goa Datu Parngongo dan Pemandian Boru Saruding,” katanya.
Dia juga menjelaskan, lokasi wisata Ronggur Nihuta, yakni: Danau Sidihoni (sebuah danau di Pulau Samosir) Aek Liang. Lalu di Onan Runggu ada lokasi wisata Lagundi Sitamiang, Pantai Bebas Sukkean, Hariara Na Bolon. Kemudian Pantai Maria Raja (Nainggolan), serta wisata di Palipi ada Batu Rantai, Piso Somalim, dan air panas Simbolon. “Kawasan Harian ada Menara Pandang Tele, Air Terjun Sampuran Efrata, Mata Air Pohon Pokki. Di Pangururan ada wisata pemandian air panas, terusan tano ponggol, persanggahan, patung liberty, open stage, komunitas tenunan ulos Batak, Batu Sidam-dam dan pasir putih,” ucapnya.
Dia mengatakan, Paviliun Pemkab Samosir ini juga memperkenalkan sejumlah aksesoris rumah Batak mini, ulos, tongkat tunggul panaluan dan hasil bumi lainnnya. “Banyak orang bertanya arti tongkat panaluan ini. Menurut legenda Batak, tongkat Tunggul Panaluan dibuat setelah Ajibonda Hatautan dan Boru Tapinauasan, kembar lain jenis keturunan Guru Tatautaan dan Sindak Panaluan melakukan hubungan inses saat mereka beranjak dewasa. Takut untuk pulang ke rumah orangtua mereka, Ajibonda Hatautaan dan Boru Tapinausaan memilih tinggal di pohon di tengah hutan. Tapi celakanya mereka berdua malah lengket di pohon serta bersama-sama dengan dukun dan binatang yang dikerahkan oleh Guru Hatautan untuk membebaskan putra-putrinya agar dapat tetap bersama mereka. Guru Hatautaan akhirnya menyuruh pandai kayu untuk membuat tongkat panjang dari batang pohon tersebut. Tongkat itulah yang kemudian diberi nama Tongkat Tunggul Panaluan,” paparnya.
Selain Tongkat Panaluan, kata dia, situs-situs lain yang berhubungan dengan budaya Batak banyak juga ditemukan di Pulau Samosir. “Begitu juga sigale-gale dan lain-lainnya. Pemkab Samosir berharap, melalui PRSU ini banyak investor datang ke Samosir sehingga bisa memajukan perekonomian masyarakat Samosir,” harapnya. (M35/m)

KPUD Samosir Tetapkan 7 Calon Bupati

E-mail
User Rating: / 0
PoorBest
Written by Redaksi Web
Thursday, 01 April 2010 10:18

Setelah melalui beberapa tahap dan berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum No. 68 Tahun 2009 ayat (1) dan Keputusan Rapat Pleno KPUD Samosir, Minggu (28/3), KPUD Samosir menetapkan tujuh pasangan lulus menjadi Calon Bupati/Wabup Samosir periode 2010-2015.


Ke-tujuh pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Samosir periode 2010-2015 adalah Ir Mangindar Simbolon/Ir Mangadap Sinaga, I. Alusdin Sinaga/Dr Togu Harlen Lumbanraja SE MSi, Rimso Maruli Sinaga SH/Anser Naibaho, Bachtiar Sitanggang/Ir Jeremias Sinaga MAP, Ober SE MM/Tigor Simbolon ST, Drs Martua Sitanggang MM/Mangiring Tamba SH serta Drs Jabungka Situmorang MSi/Ir Rotua Effendi Siboro MSi.


Rapat pleno penetapan KPU Kabupaten Samosir ditandatangani oleh personil KPUD Kabupaten Samosir masing masing Megianto Sinaga SS sebagai Ketua, Riswanty Panjaitan MTh, Suhadi Situmorang SH, Oloan Simbolon SH dan Fernando Sitanggang SH sebagai anggota.


Divisi Sosialisasi Suhadi Situmorang, SH mengatakan bahwa untuk pengundian nomor urut pasangan akan ditetapkan Selasa (6/4).


DPT 91.588


Sementara itu Ketua KUPD Samosir Megianto Sinaga SS mengatakan kepada Global bahwa jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilkada 2010 berjumlah 91.588 pemilih.


“Untuk jumlah DPT sudah tetap. Tidak akan ada lagi penambahan. Namun kami tetap meminta kepada PPK dan PPS tetap melakukan validasi data untuk mengantisipasi adanya pemilih ganda, pemilih belum cukup umur (yang tidak memnuhi syarat), yang meninggal ataupun pemilih siluman,” jelas Megianto Sinaga.


Lebih lanjut Megianto menjelaskan bahwa KPUD Samosir akan melakukan rapat koordinasi terkait validasi data dengan PPK/PPS se-Samosir di kantor KPUD Samosir, Kamis (1/4). Dalam rapat tersebut KPUD Samosir akan meminta kepada seluruh PPK/PPS untuk terus menerus melakukan validasi data sampai pada hari H.

Anggaran Rp4 Miliar, Ferry Sumut I Trayek Simanindo-Tigaras akan Uji Coba

Posted in Marsipature Hutanabe by Redaksi on April 3rd, 2010

Samosir (SIB)
Bupati Samosir Mangindar Simbolon mengatakan anggaran untuk operasional kapal Ferry Sumut I trayek Simanindo-Tigaras sudah ditampung sebesar Rp4 miliar. Walau belum pengoperasiannya secara resmi belum dilakukan, tapi uji coba kapal ferry itu sudah mendapat sinyal dari pusat.
“Secara resmi Ferry Sumut I memang belum diluncurkan. Namun kita sudah mendapat sinyal kapal itu akan diuji coba. Terlebih anggaran untuk operasional tahun ini sudah ditampung Rp4 miliar oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara,” kata Bupati dalam temu pers di Hotel Thysia Ambarita, Rabu (31/3).
Beberapa prestasi lain yang mendapat perhatian para kuli tinta terkait sektor pendidikan dan kesehatan. Para buruh media itu dengan gamblang menyampaikan persoalan yang benar-benar terjadi yang belum sesuai dengan penjelasan yang dibacakan Bupati.
Menjawab itu, Bupati Samosir melalui instansi terkait mengatakan semua informasi dari pers sangat diperlukan. Untuk hal-hal yang baru disampaikan saat itu dikatakan akan secepatnya diperbaiki.
Secara nasional Kabupaten Samosir berada pada urutan 13 dari seluruh Kabupaten/Kota dalam hal kemampuan penyelenggaraan pemerintahan daerah yang berkonsentrasi pada index capain kinerja. Selain itu, Pemkab Samosir juga sudah menorehkan prestasi seperti penghargaan Widya Krama dan juga prestasi putra-putri Samosir di bidang Olimpiade Fisika yang menjadi juara I Sumatera Utara dan juara II wilayah Sumbagut, jelas Bupati.
Hadir dalam temu pers itu Sekdakab Samosir Tigor Simbolon, Assiten I Ombang Siboro, Asisten III Subandrio Parhusip beberapa eselon II, Kabag Humas Gomgom Naibaho, Kabag Umum Rudi Siahaan dan lainnya. (T12/m)